Tahun 2020 Ini, Pariwisata Bangka Belitung Dibayangi Pandemi Covid-19

Ahada
Tahun 2020 Ini, Pariwisata Bangka Belitung Dibayangi Pandemi Covid-19
Tugu ikonik Simpang 5 ini baru saja selesai di bangun oleh Pemkot Pangkalpinang. Letaknya yang strategis di persimpangan lima SMP Theresia menjadi daya tarik wisata baru masyarakat Pangkalpinang dan sekitar. (foto istimewa)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW. CO.ID -- Tahun 2020 ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ke 20. Usia yang tidak muda lagi untuk menggapai cita-cita lahirnya provinsi ke 32 ini.

Tentu saja sejak provinsi ini dilahirkan, segala potensi dan peluang dikerahkan untuk menjadikan Negeri Serumpun Sebalai tumbuh dan berkembang.

Muara dari pertumbuhan itu adalah ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung secara keseluruhan. Salah satu sektor yang terus digairahkan adalah UMKM dan Pariwisata.

Kedua sektor ini, jika disinergikan secara tepat dan berkelanjutan, diyakini bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.

Dimana saja tumbuh destinasi wisata, maka di sanalah UMKM bisa bersinergi dan saling menguatkan. Karenanya, tidak salah jika setiap ada kesempatan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman selalu mengkolaborasikan program Pariwisata dengan program UMKM.

Lalu, bagaimana kondisi kedua sektor ini menjelang usia Babel ke 20, ditengah terpaan pandemi Covid-19 yang mewarnai perjalanan Tahun 2020?

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Firmansyah mengatakan sektor pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19.

Jika tahun lalu kunjungan wisatawan mencapai puluhan hingga ratusan ribu, maka tahun ini berkurang hingga lebih dari 75 persen.

Meski demikian, jika dilihat dari sejak lahirnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jelas terjadi peningkatan disektor wisata setiap tahunnya. Hal ini pun tak lepas dari fokus Gubernur Erzaldi Rosman terhadap 3 sektor yang menjadi andalannya yakni Pariwisata, Kelautan/Bahari dan Pertanian/Perkebunan.

Tetapi, jika bicara tonggak awal kemajuan wisata Babel hingga dikenal dunia internasional, tentu tidak bisa dilepaskan dari fenomenal Laskar Pelangi.
Yaa, Laskar Pelangi adalah karya sastra pertama Andrea Hirata yang terbit pertama kali pada 2005.

Novel ini merupakan buku pertama dari Tetralogi Laskar Pelangi. Ketiga novel berikutnya ialah Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov.

Pada 2008, Laskar Pelangi diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama. Disutradarai Riri Riza dan diproduksi oleh Miles Film dan Mizan Production.

Penulis skenario Salman Aristo, dibantu oleh Riri Riza dan Mira Lesmana. Lokasi syuting film Laskar Pelangi ialah Pulau Belitung sesuai latar cerita novel.

Film ini menuai sukses yang luar biasa. Tak hanya berhasil mengangkat nama para pemainnya, juga mampu menggerek popularitas Pulau Belitung. Latar belakang keindahan panorama alam Belitung membuat banyak orang penasaran, apakah keindahan negeri Laskar Pelangi memang seindah di film.

Sejak saat itu memasuki 2009–2010, popularitas Belitung sebagai tujuan wisata melesat bak meteor. Setelah film Laskar Pelangi beredar dan ditonton 4,5 juta orang, industri pariwisata Belitung mengalami booming.

Film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi tahun 2016 bisa dikatakan berhasil menangkap panorama Pulau Belitung yang maha indah.

Begitu juga dengan wisata yang ada di Pulau Bangka, banyak wisatawan yang terus berdatangan dan penasaran dengan keindahannya. Maklum karakter wisata di Pulau Bangka dan Pulau Belitung tak jauh berbeda.

Melihat antusias kunjungan wisatawan ini, Pemerintah Babel ketika itu pun mengusung program " Visit Babel Archipelago 2010 " yang mana sejak saat itu wisata Bangka Belitung terus meluas dan semakin dikenal seantero dunia.

Kemudian pada tahun 2016, tepatnya pada 9 Maret 2016 terjadi fenomena alam gerhana matahari total yang melanda sebagian kawasan Asia-Pasifik. Bangka-Belitung menjadi satu dari dua belas provinsi di Indonesia yang dilewati oleh fenomena tersebut.

Tentunya fenomena langka ini kembali menjadi daya tarik wisatawan luar untuk datang ke Bangka Belitung. Bahkan secara nasional, saat itu Bangka-Belitung menjadi lokasi Gerhana Matahari total yang paling banyak diliput media dan menjadi momentum kemajuan wisata Babel.

Tak sampai disitu...

  • Halaman
  • 1
  • 2