Tahun Ini Perayaan Ruah di Tempilang Digelar Tanpa Ritual Perang Ketupat

Ahada
Tahun Ini Perayaan Ruah di Tempilang Digelar Tanpa Ritual Perang Ketupat
Medi Hestri Hakam, tokoh masyarakat Tempilang Kabupaten Bangka Barat. (Ist)
Prosesi perang ketupat. (Dok)
Prosesi perang ketupat. (Dok)

TEMPILANG, BABELREVIEW.CO.ID --Tradisi perayaan Nisfu Sya'ban  tahun 2020 di Tempilang Bangka Barat atau yang dikenal luas dengan istilah Ruah (Ruah Kubur) akan tetap digelar kendati saat ini masalah virus Covid 19 masih menjadi momok. 
Sedianya, tradisi yang sudah menjadi agenda  wisata Provinsi Bangka Belitung akan digelar 19 April mendatang.
Kendati demikian, perayaan Ruah di Tempilang tahun ini akan beda dari biasanya. Pasalnya ritual  dan prosesi adat yang melibatkan banyak orang akan ditiadakan. 
Salah satunya adalah prosesi Perang Ketupat yang lazim di gelar di Pantai Tempilang.
"Prosesi yang lainnya tetap digelar. Yang ditiadakan itu hanya ritual Perang Ketupat saja," kata Medi Hestri Hakam, tokoh masyarakat setempat, Kamis (26/3/2020).
Menurut Medi, untuk ritual 'ngancak' dan 'taber' tetap digelar, mengingat ritual tersebut merupakan rangkaian penting dari prosesi ruah.
"Selain itu, masyarakat juga akan menyediakan atau membuat makanan perayaan ruah sebagaimana lazimnya. Jadi acara silaturrahminya juga masih kita gelar," ujar mantan Anggota DPRD Bangka Barat dua periode dari Fraksi Golkar ini. (BBR) 
Laporan: CJ Ican