Tak Kunjung Melaut Akibat Cuaca Ekstrem, Nelayan Kampung Pasir Merana

Irwan
Tak Kunjung Melaut Akibat Cuaca Ekstrem, Nelayan Kampung Pasir Merana

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Musim pancaroba yang saat ini terjadi khususnya di Kabupaten Bangka menyebabkan terganggunya aktivitas para nelayan dan berdampak pada kehidupan mereka.

Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa pekan ini membuat para nelayan tidak dapat pergi melaut untuk mengais rezeki menghidupi keluarganya.

Menurut perkiraan cuaca dari BMKG Pangkalpinang, angin kencang dan gelombang tinggi masih akan terjadi di perairan utara Bangka Belitung hingga di pertengahan Februari.

Kondisi tersebut berakibat pada nasib beberapa nelayan yang berada di Kampung Pasir, Sungailiat. Mereka hanya bisa menambatkan perahunya di tepi muara.

Rian, salah satu nelayan warga Kampung Pasir mengatakan akibat cuaca ekstrem ini dirinya dan beberapa nelayan lainnya tidak dapat pergi melaut, sehingga mereka mengalami kesulitan ekonomi.

"Untuk sementara ini, kita cari penghasilan dari sumber daya yang ada di sungai dulu. Ya syukur-syukur bisa untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Kalau nanti sudah bagus baru pergi ke laut lagi," ujar Rian, Jumat (29/1/2021).

Saat ditanya apakah sudah ada perhatian dari pemerintah, ia menjawab sampai dengan saat ini belum menerima dalam bentuk apapun.

Ia mengharapkan ketika cuaca seperti ini pemerintah bisa hadir untuk membantu kesulitan mereka.

"Saya berharap mudah-mudahan saja cuaca dapat segera membaik karena untuk saat ini kami tidak bisa memaksakan untuk melaut. Lebih baik kita utamakan keselamatan demi keluarga," pungkasnya. (BBR)

Laporan: Ibnu

Editor: Irwan