Tak Mau Kalah dengan Kaum Pria, BPKK PKS Babel Gelar Workshop Jurnalistik

kasmirudin
Tak Mau Kalah dengan Kaum Pria, BPKK PKS Babel Gelar Workshop Jurnalistik
Partai Keadilan Sejahtera Babel menggelar Workshop Jurnalistik bagi ibu-ibu BPKK yang berlangsung di aula DPW PKS Babel, Minggu (3/11/2019). (Foto: Diko)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Bidang  Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bangka Belitung, menggelar workshop jurnalistik untuk para BKKD seluruh kabupaten di Bangka Belitung , Minggu (3/11/2019). Sekira 50 peserta dari berbagai daerah mengikuti kegiatan yang diadakan di aula DPW PKS Babel di Pangkalpinang.

Materi pelatihan yang diberikan seputar dasar-dasar jurnalistik online mulai dari menulis, fotografi, dan teknik videografi.

Ketua BPKK PKS, Tanti .R. Dwiwahyuni menjelaskan acara Pelatihan Jurnalistik untuk millenial ini, bertujuan memberikan edukasi kepada generasi millenial. Bukan hanya sekadar membuat berita atau konten, tetapi juga diberikan pelatihan bagaimana cara pencegahan tentang berita-berita palsu atau hoaks.

"Dalam pelatihan ini kita sebagai pers punya fungsi untuk mengedukasi maksyarakat, khususnya para ibu BPKK yang ada di tingkat daerah. Bukan hanya membuat konten, tetapi juga bagaimana melakukan verifikasi terhadap berita-berita hoaks," katanya.

Generasi saat ini khususnya para ibu-ibu harus mengikuti pasaran millenial, punya akses yang lebih untuk mendapatkan beragam informasi. Beragam platform sudah tersedia secara bebas, baik itu cetak ataupun online.

Ia berharap dengan adanya edukasi dan keterampilan yang baik, para millenial mempunyai kesempatan untuk lebih produktif dalam membuat konten.

"Kita ini sangat gadget freak, maka kita beri edukasi untuk bisa membuat dan menyalurkan berbagai konten. Supaya menjadi generasi yang produktif dan memberikan banyak warna yang sangat baik dalam dunia informasi," kata Tanti.

Di sisi lain, Faisal Parulian selaku Bendahara DPW PKS berharap Pelatihan Jurnalistik untuk ibu-ibu  ini bisa menjadi kegiatan yang rutin dan bisa digelar di berbagai daerah atau tempat-tempat lain. Sehingga bisa lebih menjangkau masyarakat, untuk mendapatkan edukasi yang baik tentang dunia jurnalistik.

"Mungkin bisa digelar di tempat lain, supaya makin luas dan menjadi suatu gerakan edukasi yang baik kepada masyarakat terutama untuk millenial," ujarnya. (BBR)


Penulis  : Diko
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review