Tak Sabar Nunggu Aparat Hukum Bertindak, Nelayan Teluk Kelabat Terpaksa Datangi Aktivitas TI Laut

Ahada
Tak Sabar Nunggu Aparat Hukum Bertindak, Nelayan Teluk Kelabat Terpaksa Datangi Aktivitas TI Laut
Akhirnya puluhan nelayan menggunakan perahu mendatangi Pulau Dante Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, Jumat (23/10/2020). (Ist)

BANGKA, BABELREVIEW.CO.ID -- Masyarakat nelayan Teluk Kelabat Dalam merasa terusik oleh aktivitas tambang laut di sekitar Perairan Teluk Kelabat Kabupaten Bangka.

Upaya meminta para penambang ini menghentikan aktivitas di area tangkap nelayan tersebut seakan tak pernah selesai.

Meski sudah meminta bantuan berbagai pihak dan aparat terkait, namun tetap saja aktivitas tambang berjalan.

Seolah tidak ada yang ditakuti atau dihormati di Bangka Belitung ini, membuat para pelaku tambang terus menjalankan nafsu sahwat mengeruk perut bumi di sekitar Perairan Teluk Kelabat.

Misalnya, baru beberapa hari lalu ada pertemuan dengan Sekda Babel Naziarto yang membahas lokasi mana saja yang harusnya bebas aktivitas penambangan.

Namun para pelaku tambang seakan tidak takut, bahkan mereka tetap saja melakukan aktivitas tambang laut.

"Kami berharap sesuai hasil Rakor yang telah digelar Pemprov Babel baru-baru ini segera dijalankan. Kami minta untuk secepatnya membersihkan tambang laut di Teluk Kelabat Dalam seperti Pulau Dante dan wilayah sekitarnya," ujar Yon, salah satu warga Nelayan Teluk Kelabat.

Tidak sabar menunggu adanya penertiban aktivitas tambang laut yang tak kunjung datang, membuat masyarakat Nelayan Teluk Kelabat Dalam mengambil inisiatif mendatangi lokasi aktivitas tambang laut.

Akhirnya puluhan nelayan menggunakan perahu mendatangi Pulau Dante Desa Riding Panjang Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, Jumat (23/10/2020).

Puluhan nelayan yang ikut nendatangi Pulau Dante antara lain  nelayan Desa Bakik, Semulut, Rukem, Kapet, Pusuk, Tuik, Berues, Pangkalniur, Berbura, dan Beinyu.

"Kami ini tergabung dalam wadah Silaturahmi Nelayan Teluk Kelabat Dalam. Tapi terpaksa turun ke lapangan menyikapi keresahan para nelayan masalah tambang laut yang tak pernah terselesaikan ini," tukas Yon.

Meski tidak setuju dengan aktivitas tambang laut yang dinilai telah merusak ekosistim Perairan Teluk Kelanat, namun aksi turun ke laut berjalan lancar dan damai.

Aksi yang dilakukan mulai pukul 13.00 WIB tersebut berjalan lancar. Apalagi saat tiba di lokasi mereka tidak menemui lagi aktivitas tambang laut di Perairan Teluk Kelabat.

"Sampai di lokasi tambang laut tidak ada alias bersih. Kami yakin sekarang mereka tidak bekerja, tetapi bisa jadi malam hari mereka bekerja seperti biasa. Sekarang kesepakatan antara nelayan ingin membentuk Forum  Nelayan Pencinta Teluk Kelabat," tukas Yon.

Diakui Yon, pihaknya mendapatkan informasi bahwa hasil Rakor Pemprov Babel, menyebutkan ada beberapa wilayah yang ditetapkan sebagai zona bebas dari pertambangan tersebut, antara lain Mengkumbung, Dante, Pantai Batu Dinding, dan Tanjung Gunung.

"Kami berharap aparat hukum dan Pemda bisa melakukan tindakan terhadap para penambang ini. Jangan dibiarkan," ujarnya.

Apalagi, kata Yon, untuk wilayah ini sudah jelas di Perda RZWP3K bahwa wilayah Teluk Kelabat Dalam merupakan wilayah tangkap nelayan. Tetapi sayangnya tidak ada aparat hukum yang bertindak terhadap pelanggaran ini," tukas Yon. (BBR)