Takut Sebarkan Hoax, Solusinya Dengan Tabayyun

kasmirudin
Takut Sebarkan Hoax, Solusinya Dengan Tabayyun
Kepolisian Daerah Bangka Belitung menggelar talkshow dengan tema bahaya Hoax, yang dilaksanakan di Gazebo Polda Babel, Rabu (28/11/2019). (ist)

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW – Dalam ajaran Islam, menyebarkan berita bohong atau fitnah disamakan seperti memakan bangkai saudara sendiri. Untuk mengatasi berita bohong dan fitnah ini, maka umat Islam dianjurkan untuk tabayyun.

“Tabayyun adalah salah satu cara kita untuk mengtasi dan menghadapi hoax,” ungkap Ustad Ahmad Syaiku, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatus Sholikhin Pangkalpinang.

Pesan Ustad Ahmad Syaiku ini disampaikan saat dirinya menjadi salah satu narasumber talkshow dengan tema bahaya Hoax, yang dilaksanakan di Gazebo Polda Kepulauan Babel, Rabu (28/11/2019).

Talkshow ini menghadirkan Kadis Kominfo Provinsi Babel Dr Drs Sudarman MMsi, Kabid Humas Polda Kepulauan Babel Drs.A. Maladi, Kompol Nuryono SH SIK MM Plt Kasubdit II Ditreskrimsus  Polda Kepulauan Babel dan Ustad Ahmad Syaikhu dari Ponpes Hidayatus Sholikhin Pangkalpinang.

Talkshow yang dilaksanakan menjelang perhelatan Pilpres 2019 ini bertujuan memberikan edukasi  kepada masyarakat, sebagai upaya pencegahan penyebaran informasi dan berita palsu atau hoax.

Menrut Ustad Ahamd Syaikhu, dari tinjauan agama hoax atau berita bohong adalah amaliyah yang dilarang oleh Allah SWT. Pada zaman jahiliyah Rasullah pun pernah terkena kabar bohong atau hoax sehingga Allah SWT menurunkan ayat Al Quran larangan melakukan gunjingan dan menyebarkan fitnah.

Sementara itu Kadis Kominfo Babel Dr Sudarman menyampaikan penyebaran hoax terbesar melalui media sosial seperti Facebook, Twitter, WA dan lain-lain.  Hoax cepat tersebar karena rendahnya literasi digital masyarakat, sehingga mudah mempercayai hoax. Menangani hal tersebut Dinas Kominfo akan meminta bantuan Kementerian Kominfo akan memblok IP address penyebar hoax.

“Saya berharap agar media sosial digunakan secara bijak dan mengarahkan penggunaan media sosial untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Menyebarkan hoax juga akan mendapat sangsi hukum pidana. Demikian disampaikan oleh Kompol Nuryono. Dia berpesan akan masyarakat selalu cek berita yang masuk, dipikir dan ditelaah kebenaraannya.

“Setiap berita yang kita dapatkan tolong disaring sebelum di share,” tegasnya.

Menutup talkshow, Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Drs A Maladi berharap agar acara ini dapat mengedukasi masyarakat untuk bersinergi bersama Polri menjaga kamtibmas di wilayah Bangka Belitung. (BBR)


Penulis : Kusuma
Editor   : Kasmir
Sumber :Babelreview