Takut Terserang Corona, Siswa Baru SMAN 2 Toboali Dijaga 20 PMR

Ahada
Takut Terserang Corona, Siswa Baru SMAN 2 Toboali Dijaga 20 PMR
Setiap hari anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMA N 2 Toboali melakukan proses protokol kesehatan kepada siswa baru dalam menjalani aktivitas pengenalan sekolah, di SMAN 2 Toboali Kabupaten Bangka Selatan. (Ist)
Setiap hari anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMA N 2 Toboali melakukan proses protokol kesehatan kepada siswa baru dalam menjalani aktivitas pengenalan sekolah, di SMAN 2 Toboali Kabupaten Bangka Selatan. (Ist)
Setiap hari anggota Palang Merah Remaja (PMR) SMA N 2 Toboali melakukan proses protokol kesehatan kepada siswa baru dalam menjalani aktivitas pengenalan sekolah, di SMAN 2 Toboali Kabupaten Bangka Selatan. (Ist)

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Pandemi corona yang belum juga berakhir ini membuat banyak kalangan masih takut dan khawatir berinteraksi atau beraktivitas di luar rumah.

Tetapi kondisi ini berbeda dengan yang dialami para siswa baru SMA Negeri 2 Toboali Kabupaten Bangka Selatan, dalam menjalani masa pengenalan sekolah.

Pasalnya, rasa aman telah diciptakan oleh  Relawan Muda PMR Wira SMA Negeri 2 Toboali.

Dengan adanya program ini, bisa membuat para siswa baru merasa aman dalam menjalankan aktivitas pengenalan sekolah.

Untuk memberi rasa aman kepada warga sekolah baru pihak sekolah meminta para anggota PMR Wira Sma Negeri 2 Toboali menjadi tim kesehatan selama proses masa pengenalan sekolah.

Sebanyak 20 anggota PMR secara bergantian berjaga setiap harinya. Setiap hari terdapat 3-4 orang anggota yang bertugas menjaga dan menjadi tim kesehatan di sekolah.

Mereka bertugas dari mulai mengecek suhu tubuh setiap siswa sebelum memasuki area sekolah dimulai pukul 6:30 WIB.

Setiap pagi anggota PMR yang bertugas sudah bersiap di depan gerbang.

Sebelum masuk gerbang sekolah para siswa diwajibkan mencuci tangan, setelah itu para siswa harus dicek suhu tubuh oleh para anggota yang bertugas.

Selain itu para siswa juga diwajibkan memakai masker. Setelah selesai semua protokol kesehatan, barulah para siswa baru ini dibolehkan masuk kelas.

Selesai pengecekan suhu, maka para anggota PMR langsung stand by di UKS berjaga, pabila ada siswa yang membutuhkan obat dan butuh pertolongan kesehatan lainnya.

"Sebagai anggota PMR kita harus menjadi pelopor kesehatan di sekolah, karena di PMR kita diajarkan untuk menjadi remaja yang sehat dan peduli sesama," ujar Pelatih PMR Sma Negeri 2 Toboali Aldi Pangestu.

Pada kesempatan sama Elinda Mawarni selaku Pembina PMR mengatakan PMR wira SMADA  mengaktifkan piket setiap harinya untuk menunjukkan semangat di era new normal ini.

"Tujuannya agar warga yang ada di dalam sekolah tetap merasa aman dan tidak panik, serta mengajak teman-teman yang ada di sekolah untuk mencegah  penularan virus corona di lingkungan sekolah dengan cara menjaga kebersihan diri, jaga jarak dan mnggunakan masker," ujarnya.  (BBR)
Sumber: Aldi PMI Basel