Taman Kolong Wisata Tiket Masuk Lebih Mahal Harga Bakso

Admin
Taman Kolong Wisata Tiket Masuk Lebih Mahal Harga Bakso
Taman Kolong Wisata Foto:Pram

AKTIVITAS penambangan timah di Kepulauan Bangka Belitung telah berlangsung sejak era kolonial. Tak pelak lagi timah sebagai Sumber Daya Alam memiliki banyak sekali manfaat di berbagai bidang kehidupan manusia Ironinya karunia ini berdampak buruk bagi keadaan alam daerah eks tambang.

Terlebih upaya reklamasi di Babel masih tergolong minim. Hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi pemerintah maupun masyarakat untuk lebih mempercepat proses “berbenah” di tengah geliat eksplorasi pariwisata.

 Khususnya di Kota Pangkalpinang sebagai ibu kota provinsi pun termasuk wilayah yang banyak dijumpai kolong (istilah akrab yang digunakan masyarakat untuk menyebut danau bekas galian timah). Menariknya ada satu kolong di Jalan Alexander Kelurahan Bacang yang kini menjadi salah satu objek rekreasi yang diberi nama Taman Kolong Wisata.

Lokasi wisata ini buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00 WIB. Sesuai dengan namanya Taman Kolong Wisata merupakan wujud perpaduan taman dan kolong. Kolong yang telah lebih dulu ada sejak tahun 1973 ini mulanya adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah rumah tangga masyarakat Pangkalpinang.

Pada Tahun 2015, Ibnu Haidiratas (60) seorang warga Pangkalpinang memprakarsai pembangunan taman di sekitar kolong dengan dana pribadi. Usaha memperoleh izin mendirikan taman bukan hal yang sulit baginya karena Pemerintah Kota Pangkalpinang merespon positif. “Alhamdulillah proses perizinan wisata air ini tidak dipersulit karena Pemda menyambut baik inisiatif saya.

Pak Walikota pun turut memberikan sumbangsihnya pada pembangunan taman,” ujar  Ibnu. Jalan untuk mengakses objek rekreasi ini cukup baik meski sedikit masuk ke dalam. Jarak tempuhnya pun dari pusat kota hanya sejauh 5 km atau dapat dijangkau selama ± 8 menit dengan kendaraan bermotor.

Biaya masuk sebesar Rp. 10.000,- per orang berlaku sejak diresmikan pada tanggal 8 Desember 2017 oleh Drs Rivai selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang bertindak mewakili Gubernur. Biaya tersebut dinilai ekonomis menurut salah satu pengunjung yang datang pada kamis sore lalu.

Ia juga merasa senang berekreasi di Taman Kolong Wisata. “Menurut saya biaya masuk kesini bisa dibilang murah. Beli bakso saja tidak cukup dengan uang Rp.10.000. Disini saya bisa santai sembari mengawasi anak saya berenang, hal ini tentu menyenangkan”, kata Diana (31) warga Air Itam. Fasilitas yang tersedia di Taman Kolong Wisata ini cukup lengkap.

Diantaranya tersedia kolam renang, tempat pembilasan, toilet umum, mushola, pondok gratis, pondok yang disewakan, panggung seni dan area parkir yang luas. Mainan perahu bebek-bebek menghiasa wisata air ini sebagai sarana yang diperuntukan untuk umum bila ingin menjajaki area kolong. Terlebih budi daya ikan lele, nila, gurami, koi dan lobster ada disini menambah kolong menjadi semakin menarik minat para pemancing.

Taman Kolong Wisata tidak hanya berfungsi sebagai objek rekreasi tapi juga sebagai sarana edukasi dan olahraga khusus untuk anak-anak. Keseriusan dalam usaha meningkatkan sarana edukasi bagi anak ditunjukan dengan adanya petugas pendamping pada tiap wahana. “Taman ini dilengkapi dengan wahana permainan bagi anak.

Yaitu Wall Climbing, Flying Fox, Jembatan Tali, dan Arena Panahan. Untuk mengarahkan sekaligus menjaga keselamatan anak saat mencoba permainan ada petugas kami yang mendampingi,” jelas Ibnu. Guna menunjang kebutuhan masyarakat, tahun ini pengelola berencana membangun gedung serba guna. “Jika tidak ada halangan, kami berencana membangun gedung serba guna yang bisa digunakan masyarakat untuk berbagai acara”, imbuhnya.

Belum genap empat bulan setelah diresmikan, Taman Kolong Wisata yang tergolong baru dibuka cukup diminati untuk beragam agenda. Agenda tersebut meliputi Kejurda Karatedo Gojukai Tahun 2017 Simulasi Water Rescue oleh BPBD, lomba menggambar dan lomba melukis.

Selain kunjungan dari masyarakat umum juga AKTIVITAS penambangan timah di Kepulauan Bangka Belitung telah berlangsung sejak era kolonial. Tak pelak lagi timah sebagai Sumber Daya Alam memiliki banyak sekali manfaat di berbagai bidang kehidupan manusia.telah dikunjungi oleh pelajar dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas. (BBR)


Penulis :Pram
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview