Tanggapi Konflik Tambang Ilegal di Lahan Eks Kobatin, Dirtipidter Bareskrim Serahkan Kepada Polda Babel

Admin
Tanggapi Konflik Tambang Ilegal di Lahan Eks Kobatin, Dirtipidter Bareskrim Serahkan Kepada Polda Babel
Foto Ilustrasi

JAKARTA, BABELREVIEW.CO.ID -- Konflik sosial berkepanjangan yang disebab oleh aktivitas tambang ilegal di wilayah eks Kobatin yakni Kolong Merbuk, Pungguk dan Kenari hmendapatkan perhatian serius dari Mabes Polri.

Melalui pesan whatsapp, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Pipit Rismanto mengatakan, akan menyerahkan penyelesaian tambang ilegal eks Kobatin tersebut kepada Polda Bangka Belitung.

"Kita serahkan ke Polda Babel untuk dapat diselesaikan. namun, pihak-pihak di sana juga harus memahami kalau kita semua juga harus mendukung pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi akibat dampak dari pandemi,"ujarnya, Rabu, (28/4/2021).

Dalam upaya mendukung kegiatan pemulihan ekonomi ini, Brigjen Pol. Pipit Rismanto berharap semua kegiatan pertambangan harus memiliki tiga manfaat yakni manfaat kepada masyarakat, manfaat kepada negara berupa sektor pajak dan non pajak, serta manfaat lingkungan.

"Sektor lingkungan yang tak kalah penting karena harus diperbaiki,"tuturnya.

Diketahui sebelumnya, dua orang terduga kolektor pasir timah dari Kolong Merbuk dan sekitarnya diamankan anggota Dit Reskrimsus Polda Babel pada, Rabu (28/4/2021). Hal ini dibenarkan oleh Direktur Dirkrimsus Polda Babel Kombes Pol Haryo Sugihartono.

"Memang benar kita sudah mengamankan beberapa orang terkait aktivitas tambang di Merbuk, Kenari dan Pungguk, dan sekarang masih dalam pemeriksaan,"ucapnya.