Tanggapi Video Pernyataan Salah Satu Warga RT.08 Desa Kenanga, Sulaiman : Kami Akan Ambil Langkah Hukum

Ibnuwasisto
Tanggapi Video Pernyataan Salah Satu Warga RT.08 Desa Kenanga, Sulaiman : Kami Akan Ambil Langkah Hukum
Manager Humas PT. Bangka Asindo Agri, Sulaiman. (Foto.Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Sebuah video salah satu warga RT. 08 Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, yang hadir pada persidangan terkait gugatan sebagian warga Kenanga kepada Pemkab Bangka dan PT. Bangka Asindo Agri (BAA) di Pengadilan Negeri Sungailiat Kelas 1B, beredar di kalangan masyarakat.

Dalam video yang direkam pada tanggal 6 Juli 2020, orang tersebut mengatakan bahwa pernah terjadi jebolnya penampungan limbah dan mengakibatkan banjir. Menurutnya, banjir bandang waktu itu terjadi saat tengah malam dan mengakibatkan kerusakan seumlah barang elektronik warga.

Menurut dia, jika kerugian material kerusakan yang diakibatkan adanya banjir dari limbah PT. BAA tidak ada ganti rugi yang diberikan oleh pihak perusahaan. Dikatakannya, daerah tempat tinggalnya memang terkadang mengalami banjir tetapi ketinggian airnya tidak seperti pada saat banjir bandang akibat jebolnya penampungan limbah PT BAA yang mencapai dada orang dewasa.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika jarak tempat tinggalnya dengan perusahaan hanya sekitar 500 meter. Saat ditanya persis kejadian banjir bandang, ia menjawab jika kejadian itu terjadi kurang lebih 1 tahun yang lalu. Selain mengalami kerugian secara material, mereka juga mengalami alergi dan gatal-gatal karena terkena air banjir saat itu.

Menanggapi pernyataan yang ada di video tersebut, Humas PT. BAA, Sulaiman menyebutkan bahwa apa yang disampaikan oleh salah satu warga RT. 08 Desa Kenanga itu hoax dan sangat menyesatkan.

Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi oleh Babel Review melalui pesan WhatsApp, Senin (6/7/2020).

Menurut Sulaiman, saat kejadian waktu itu pihak aparat Kelurahan Kenanga sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Setelah dilakukan penelusuran ternyata banjir tersebut diakibatkan bukan dari jebolnya penampungan limbah PT. BAA melainkan akibat dari air TI masyarakat.

"Kolam bak penampungan limbah kami tidak ada yang mengalir keluar dari lingkungan pabrik, apalagi sampai jebol yang menyebabkan banjir bandang dengan ketinggian air setinggi dada orang dewasa di lingkungan masyarakat, khususnya lingkungan yang ada di RT 08 Desa Kenangan. Merespon dengan adanya video yang sudah menyebar itu, kami akan konsultasikan kepada kuasa hukum untuk mengambil langkah hukum selanjutnya," pungkas Sulaiman. (BBR)


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review