Tenun Cual Babel jadi Unggulan

Admin
Tenun Cual Babel jadi Unggulan
Foto:Ferly Aditya

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW – Sesuai dengan visi Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman agar Bangka Belitung mulai bertransformasi dari sektor pertambangan menjadi sektor pariwisata yang diunggulkan maka kesiapan berbagai sektor penunjang pun harus dipersiapkan, termasuk para pengrajin aneka produk potensial yang dimiliki Babel.

Sekertaris Dekranasda Bangka Belitung Riza Aryani mengatakan ada beberapa kerajinan yang menjadi unggulan Bangka Belitung, salah satunya adalah tenun cual. Tenun cual juga menjadi prioritas pemerintah pusat bersama produk kerajinan lainnya dari enam provinsi karena dikategorikan terancam punah. “Sudah hampir punah karena pengrajinnya sudah tua-tua.

Kita yang memiliki sejarah lewat kerajinan tenun kenapa tidak kita angkat. Makanya ini menjadi perhatian pemerintah pusat maupun provinsi untuk dikembangkan lagi,” ujar Riza. Dekranasda Babel telah melakukan kerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung untuk mengembangkan tenun cual terutama di Muntok, Bangka Barat tempat lahirnya tenun cual.

“Kita terus melatih dan mengajak para pemula untuk belajar tenun. Selama ini alat tenun yang tradisional itu tetap kita pertahankan, namun kita juga mengambangkan alat tenun bukan mesin (ATBM). Kalau selama ini harganya mahal karena dibuatnya berbulan-bulan dengan digunakannya alat tenun bukan mesin, dengan banyaknya pengrajin yang lebih fokus, tidak sampai berbulan-bulan lagi dan BI membantu 5 alat tenun ATBM,” jelasnya.

Saat ini ada enam kelompok tenun cual termasuk UKM yakni di Muntok, Belinyu, Maslina, Markana, Ishadi dan Destiani dan kelompok industri tenun cual yakni Maslina, Bunda Cempaka, Markana, Martina, Ishadi dan Destiani.

Khusus untuk Ishadi dan Destiani selain sebagai industri juga sebagai pelaku UKM yang menaungi dan mengumpulkan tenun dari para pengrajin. “Kami juga terus memperkenalkan tenun cual dengan mengikuti pameran baik lokal maupun tingkat nasional, seperti pameran Kriya Nusa, Fashion Week 2019.

Itu adalah satu tahap kita memperkenalkan produk kita kepada luar, seperti yang terakhir bekerjasama dengan Kementerian Koperasi buat Stuning Bangka Belitung. Setiap pejabat ke luar negeri juga selain mempromosikan potensi alam juga mempromosikan potensi karajinan,” katanya. Dekranasda Babel berdiri sejak 2008 dan telah menjadi mitra pemerintah pusat untuk mengangkat perekonomian masyarakat di Bangka Belitung. Dekranasda Babel bertujuan menggali, melestarikan, dan mengembangkan kerajinan yang menjadi budaya daerah. (BBR)


Penulis  : Irwan                 
Editor    : Sanjay
Sumber  :Babel Review