Terdepan Menjaga Kelestarian Laut Toboali, Inilah Duka Nelayan Batu Perahu

Irwan
Terdepan Menjaga Kelestarian Laut Toboali, Inilah Duka Nelayan Batu Perahu

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Nelayan Batu Perahu, Toboali, Bangka Selatan merupakan kelompok nelayan yang sering menyuarakan aspirasi para nelayan, terutama jika hak mereka dirampas.

Jika pihak pemerintah atau pengusaha membuat kebijakan merugikan nelayan atau berinvestasi di kawasan Laut Toboali, maka nelayan Batu Perahu menjadi kelompok pertama yang akan maju untuk menentang.

Banyak aksi penolakan yang dilakukan oleh kelompok nelayan Batu Perahu, sebut saja saat pemerintah menetapkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Pulau Pulau Kecil (RZWP3K).

Saat itu kelompok nelayan Batu Perahu melakukan aksi hingga ke Pemprov Babel.

Begitu juga saat adanya aktivitas tambang di perairan Toboali, kelompok nelayan Batu Perahu juga melakukan aksi serupa menolak aktivitas tersebut.

Terbaru, kelompok nelayan Batu Perahu juga berhadapan dengan pengusaha tambak udang yang berinvestasi di laut Toboali.

Penolakan datang dari kelompok nelayan Batu Perahu karena aktivitas tambak udang tersebut membabat hutan mangrove.

Ketua Kelompok Nelayan Batu Perahu Joni Zuhri mengatakan, nelayan bukan aktivis melainkan masyarakat terdampak atas sejumlah aktivitas di laut Toboali.

"Nelayan Batu Perahu tidak pernah menghambat pengusaha untuk investasi. Tidak pernah melarang tetangga untuk investasi karena memang bukan kewenangan kami untuk itu," jelas Joni, Sabtu (3/4/2021).

Menurutnya, hanya saja tolong jangan merusak apa yang telah di bangun dan dijaga dan tolong lengkapi perizinannnya.

"Jika sampai merusak hutan mangrove, mencemari laut, dan merugikan nelayan terdampak itu jelas melanggar dan akan kami adukan ke penegak hukum," katanya.

Dikatakannya, kelompok nelayan Batu Perahu jangan dipandang bergerak dibilang anti investasi dan bikin gaduh, diam dipertanyakan.

"Jika perizinan lengkap dan tidak merusak apapun maka apa yang perlu diributkan, kecuali jika ilegal dan merusak. Itupun dikembalikan kepada pihak yang berwenang dalam menindaklanjutinya," katanya.

Ia mengajak semua pihk untuk jaga dan bangun Bangka Selatan. (BBR)

Laporan: Andre

Editor: Irwan