Terkait Kedatangan Warga Bangladesh  di Babel, Sekda Bantah Pemprov Kecolongan

Ahada
Terkait Kedatangan Warga Bangladesh  di Babel, Sekda Bantah Pemprov Kecolongan
Sekda Bangka Belitung, Naziarto. (Dok)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID-- Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman melalui Sekda Naziarto, Minggu (22/3/2020) membantah jika pihaknya kecolongan dengan masuknya tujuh orang warga Bangladesh yang satu di antaranya dikabarkan suspect corona dan sudah dirawat di RS Depati Bahrin Sungailiat.
Dikatakan Naziarto,  ketujuh warga Bangladesh itu datang ke Babel dalam rangka menghadiri undangan keagamaan salah satu organisasi keagamaan di Babel.
"Mereka masuk pada tanggal 13 Maret dan sudah melalui proses pemeriksaan baik di Bandara Soekarno Hatta maupun di Bandara Depati Amir. Hasil pemeriksaan mereka sehat-sehat saja maka diperbolehkan masuk," jelas Naziarto.
Dijelaskan Naziarto, pada saat kedatangan warga Bangladesh tersebut, sistem layanan terhadap WNA di Bandara Depati Amir belum diperketat.
"Mereka masuk ke Babel tanggal 13 Maret, sementara Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru kita bentuk tanggal 17 Maret sekaligus hari itu juga layanan di Bandara Depati Amir mulai diperketat. Jadi tak benar kalau ada kecolongan," tegas Naziarto.
Ia berharap agar segenap pihak tidak berpolemik dengan persoalan tersebut.
"Tim yang dipimpin Pak Mikron Antariksa sudah bergerak cepat. Begitu terima laporan mereka langsung bergerak dan bertindak. Pasien saat ini juga sudah diambil tindakan. Jadi bukan saatnya untuk berpolemik," terang Naziarto.
Dengan kejadian ini, lanjut Naziarto, pihaknya akan lebih memperketat lagi keluar masuk orang ke Bangka Belitung.
"Saya sudah hubungi pihak bandara baik di Jakarta maupun di Pangkalpinang untuk lebih memperketat lagi masuknya WNA ke Babel," tegas Naziarto.
Sebagaimana informasi yang dihimpun, satu dari tujuh orang warga asal Bangladesh dikabarkan susfect corona dan diamankan saat berada di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, kemarin.
Ketujuh warga Bangladesh tersebut berada di Masjid Miftahul Ulum Kampung Air Asam, Kelurahan Air Asam, Kecamatan Belinyu. Mereka datang Sabtu (21/3/2020) usai Salat Dzuhur diantar seseorang dari Pangkalpinang menggunakan mobil untuk melakukan dakwah. (BBR)
Laporan: CJ Ican