Terkait Postingan Salah Satu ASN Bangka Tengah di Facebook, Hendri: Kita Panggil Untuk Tabayun

Ahada
Terkait Postingan Salah Satu ASN Bangka Tengah di Facebook, Hendri: Kita Panggil Untuk Tabayun
Ilustrasi. (Ist)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Berhati-hatilah dalam bermedia sosial. Sebab tidak semua yang kita bagikan di media sosial bisa berdampak positif untuk diri sendiri maupun orang lain.

Justru tidak sedikit terjadi salah paham dan penafsiran terhadap status, komentar ataupun kiriman di media sosial.

Seperti yang dialami salah satu ASN Pemkab Bangka Tengah berinisial D.

Gara-gara statusnya di facebook, akhirnya D diminta klarifikasi oleh BKPSDM Bangka Tengah.

Menurut Kabid Inka BKPSDM Bateng, Hendri Noviyarto, pemanggilan terhadap D tersebut bersifat klarifikasi saja atas nama Tim Pemeriksaan Disiplin ASN bukan untuk penjatuhan sanksi disiplin.

"Kita tahu sekarang memang belum tahapan pilkada. Cuma kita sudah dapat info-info yang mengarah kesitu karena postingan-postingan dari akun yang bersangkutan. Jadi untuk memastikanya kita panggil yang bersangkutan, istilahnya untuk tabayun lah," ujarnya. 

Selain itu terkait akun di facebook yang berlogo Pemkab namun bernada kampanye yang diisukan adminnya melibatkan honorer dan ASN, Hendri mengaku juga akan memanggil untuk klarifikasi, namun menunggu jadwal berdadarkan kesepakatam Tim.

"Bila ada laporan lain, kita bersama tim akan lakukan penjadwalan pemanggilan untuk klarifikasi. Kita tahu ini tahun politik, kita hanya mengantisipasi guna mencegah ASN jangan sampai terlibat politik praktis," pungkasnya. 

Sementara itu ASN Pemkab Bangka Tengah berinisial D yang dikonfirmasi Babelreview mengaku kaget dirinya menerima surat pemanggilan dari Tim Pemeriksa Pelanggaran Disipilin Pegawai Negeri Sipil (PNS), terkait akun di media sosial. 

ASN yang sedang dalam masa tugas belajar (tubel) tersebut merasa pemanggilan ini tidak memdasar serta melanggar SOP pemanggilan, karena sebelumnya tidak ada teguran maupun surat pemanggilan (SP) kepada dirinya.

"Hal ini merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) No.53 Tahun 2010 tentang disiplin ASN," ujarnya.

ASN ini mengaku Ia dimintai klarifikasi untuk postingannya di media sosial facebook terkait mengeshare kegiatan salah satu tokoh politik di Bangka Belitung.

"Saya tidak membantah kalau saya ikut membagikan postingan tersebut lewat akun pribadi saya, namun pertanyaannya apakah melanggar disiplin ASN? Saya cuma mengeshare kegiatan yang saya anggap baik untuk masyarakat, toh dia wakil rakyat dapil Bangka Tengah. Ini bentuk kebanggan saya ketika wakil rakyat asli koba bisa berbagi sesama," jelasnya.

Untuk rasa keadilan, D juga minta Tim Pemeriksaan Disiplin ASN juga memanggil dan memeriksa ASN yang terlibay dalam grup facebook yang menggunakan logilo Pemkab Bateng.

“Kalau alasan cuma klarifikasi, saya minta panggil juga ASN yang terlibat dalam grup di facebook yang dimana menggunakan logo pemkab, tapi nama akun dan narasinya jelas bernada kampanye, saya bawa kok buktinya dalam rapat, disitu adminya jelas seorang honorer dan PNS. Azas keadilan harus ditunjukan oleh tim pemeriksaan," ucapnya.

Kabag Humas Bateng, Rihandi yang ikut hadir dalam rapat bersifat klarifikasi terhadap D tersebut sempat dikonfirmasi Babelreview.

Menurut Rihandi pihaknya bukan bagian yang punya wewenang memanggil D, karena bukan wewenang mengurus pegawai, laporan tersebut diteruskan ke BKPSDM. 

"Tanya saja yang bersangkutan. Saya kerja profesional sebagai PNS," ujar Rihandi.
(BBR)
Laporan: Faisal
Editor: @hada