Ternyata  Ada Jejak Boedjang Singkip (Panglima Depati Amir) Di Desa Terak

Ahada
Ternyata  Ada Jejak Boedjang Singkip (Panglima Depati Amir) Di Desa Terak
Lokasi Bandar Boejang Singkip, terletak di lereng Bukit Mangkol Desa Terak Kabupaten Bangka Tengah. (kululsari/babelreview.co.id)
Lokasi Bandar Boejang Singkip, terletak di lereng Bukit Mangkol Desa Terak Kabupaten Bangka Tengah. (kululsari/babelreview.co.id)
Lokasi Bandar Boejang Singkip, terletak di lereng Bukit Mangkol Desa Terak Kabupaten Bangka Tengah. (kululsari/babelreview.co.id)

Bandar Boedjang Singkip adalah jurang yang berada di gugusan perbukitan Mangkol. Jurang ini cukup dalam, mencapai 7 meter, lebar bervariasi 10-15 meter dengan bagian dasar mengecil. Di bagian bawahnya mengalir air dengan debit yang sangat kecil

----------------------------------

BABELREVIEW.CO.ID -- Nama Bujang Singkip, mungkin agak asing bagi kebanyakan masyarakat Pulau Bangka. Dan memang tidak semua orang mengenal pejuang daerag ini. Kecuali orang yang suka bersentuhan dengan sejarah Bangka.

Padahal namanya sering disandingkan dengan Batin Tikal dan Depati Amir, Pahlawan kebanggaan Bangka Belitung.

Sepak terjangnya sangat patriotik dalam mengusir penjajah dari tanah Bangka, bahkan hingga ke Lingga

Bersama dua rekannya, Awang dan Oemar, Boedjang Singkip  selalu membantu perjuangan  Depati Amir dan Batin Tikal.

Awang,  Oemar dan  Boedjang Singkip  merupakan prajurit kepercayaan Batin Tikal.

Dalam catatan Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung Penerima Anugerah Kebudayaan,

Drs Akhmad Elvian yang berjudul "Aik Munjang Awal Pelarian Ke Lingga", Elvian menuliskan bahwa, pada tanggal 15 Februari 1851,  Awang dan Boedjang Singkip termasuk delapan pengikut (bersenjata dengan 8 geweren dan 3 buksen) berhasil ditangkap.

Namun Pada tanggal 16 Februari 1851, Awang dan Boedjang Singkip berhasil melarikan diri di Air Munjang atau Aik Munjang. 

Sementara Oemar, lari dari kampung Singkap (mungkin Sungkap), akan tetapi kemudian Awang berhasil ditangkap.

Pada tanggal 27 Maret 1851  Boedjang Singkip dan Oemar  dan pengikutnya oleh barisan tentara telah diketemukan di Muras (Muras sungai/ Paya-paya) di wilayah Sungai Kabal.

Pada pertemuan pertama pemberontak lari dengan meninggalkan senjata 1 geweren, 24 patroon, 43 kogel.

Pada pertemuan kedua pemberontak melarikan diri meninggalkan padi, beras, parang dan beberapa potong baju.

Selanjutnya, oleh tentara Belanda, kedua orang ini disebut sebagai pemberontak terakhir dari Bangka. 

Kedua panglima perang Depati Amir ini melarikan diri ke Riau Lingga.

Berikut kita telusuri jejak Boejang..

  • Halaman
  • 1
  • 2