BABELREVIEW.CO.ID – Rasa kantuk sering kali muncul secara tiba-tiba saat berkendara, terutama ketika tubuh sedang lelah atau setelah menempuh perjalanan jauh. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa menurunkan konsentrasi dan refleks pengendara. Menurut Hariyansha, Instruktur Safety Riding PT. Asia Surya Perkasa Main Dealer Honda Bangka Belitung, pengendara yang memaksakan diri tetap melaju dalam keadaan mengantuk sangat rentan mengalami kecelakaan.
“Ketika mengantuk, otak tidak mampu merespons kondisi jalan dengan baik. Reaksi bisa melambat hingga beberapa detik, dan ini sangat berisiko apalagi jika lalu lintas padat atau kendaraan melaju cukup cepat,” jelas Hariyansha. Ia menegaskan bahwa mengantuk saat berkendara bukanlah hal sepele, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Untuk itu, salah satu cara paling efektif adalah menepi sejenak dan beristirahat. “Jangan ragu untuk berhenti di tempat aman seperti rest area, pom bensin, atau warung terdekat. Istirahat sebentar, tidur singkat sekitar 10-15 menit saja sudah bisa mengembalikan kesegaran tubuh,” kata Hariyansha. Ia menambahkan, memaksakan perjalanan saat tubuh tidak fit justru membuat perjalanan semakin berisiko.
Selain istirahat, menjaga kondisi tubuh sebelum bepergian juga sangat penting. Hariyansha menyarankan pengendara untuk tidak begadang, mengonsumsi makanan bergizi, dan minum cukup air sebelum melakukan perjalanan. “Kesiapan fisik sangat menentukan konsentrasi di jalan. Jangan sampai kurang tidur lalu nekat berkendara, itu sama saja membahayakan diri sendiri,” tambahnya.
Hariyansha juga menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda kantuk yang biasanya muncul. Misalnya mata terasa berat, sering menguap, atau kepala mulai tertunduk. “Kalau gejala ini sudah muncul, segeralah berhenti. Jangan menunggu hingga benar-benar kehilangan fokus, karena dalam hitungan detik bisa berakibat fatal,” ujarnya.
Bagi pengendara sepeda motor, risiko mengantuk lebih tinggi karena tubuh langsung berhadapan dengan kondisi jalan tanpa perlindungan tambahan seperti di mobil. “Kalau motor oleng sedikit saja akibat mengantuk, bisa langsung terjatuh. Jadi lebih baik jaga diri dengan selalu utamakan #Cari_Aman,” jelas Hariyansha.
Sebagai penutup, Hariyansha mengingatkan bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam berkendara. “Perjalanan memang penting, tapi nyawa jauh lebih berharga. Kalau mengantuk, jangan paksakan diri. Ingat selalu prinsip #Cari_Aman agar setiap perjalanan bisa sampai tujuan dengan selamat,” pungkasnya.









