Tiap 10 Hari Siloam Bangka Lakukan Rapid Test Seluruh Staff Medis

Ahada
Tiap 10 Hari Siloam Bangka Lakukan Rapid Test Seluruh Staff Medis
Rumah Sakit Siloam Bangka. (Ist)

PANGKALANBARU, BABELREVIEW.CO.ID -- Terkait diketahuinya hasil positif covid-19 salah satu tim medis Rumah Sakit Siloam Bangka, pihak RS Siloam Bangka melalui Business Development Head Yohan Gusanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerapkan prosedur keamanan baik untuk pasien maupun staff.

Yohan Gusanto menjelaskan, sejak Awal April 2020 seluruh staff medis sudah dilakukan rapid test.

Bahkan secara periodik setiap 10 hari sekali seluruh staff medis dilakukan rapid test. Sedangkan untuk non medis dilakukan rapid test satu bulan sekali.

"Sehingga sampai saat ini sudah dilakukan tiga kali pemeriksaan rapid dan hasil nya semua non reaktif.  Minggu lalu, kami mendapatkan alat  untuk swab dari Siloam Pusat," ujar Yohan.

Setelah adanya alat untuk swab tersebut, kata Yohan, manajemen Rumah Sakit Siloam Bangka melakukan cek acak dengan memilih salah satu tim medis yang memang tidak berhubungan dengan pasien.

Walaupun saat ini Siloam Bangka sedang tidak merawat pasien suspek covid 19.

"Sampel swab PCR tersebut kami kirimkan ke Lab Siloam Pusat di Jakarta. Dan ternyata hasil yang didapati positif. Sehingga dengan segera staff tersebut kami isolalisikan mandiri, karena tidak bergejala/OTG. Kami pun sudah melakukan contact tracing kepada seluruh staff lain yang berhubungan dengan staff tsb. Selanjutnya melakukan rapid kembali," ungkap Yohan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Bangka Tengah dr Bahrun menyebutkan bahwa warga positif Covid-19 kembali bertambah di Kabupaten Bangka Tengah, kali ini menimpa tim medis dari Rumah Sakit Siloam Pangkalanbaru.

Bahrun yang mengatakan bahwa tim medis tersebut berprofesi sebagai perawat.

"Melalui hasil tes Swab dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang, benar perawat tersebut dinyatakan positif Covid-19. Sehingga Bangka Tengah sekarang sudah ada dua yang dinyatakan positif Covid-19," ujarnya, Kamis (21/5/2020).

Dokter Bahrun menerangkan, saat ini pihaknya akan melakukan penelusuran terkait riwayat aktivitas perawat tersebut guna mengecek siapa saja orang yang pernah terkontak langsung.

"Kita sedang mentracking siapa saja yang pernah bertemu langsung dengan pasien dan untuk mencegah penularan lebih luas, saat ini pasien langsung menjalani isolasi mandiri di ruangan Mess Karyawan rumah di Sakit Siloam," pungkasnya. (BBR)
Laporan: @hada