Tiga Hari Kucing Kesayangan Hilang, Pemilik Akan Lapor ke Polres Bangka Selatan

Kusuma Jaya
Tiga Hari Kucing Kesayangan Hilang, Pemilik Akan Lapor ke Polres Bangka Selatan
Geasiya bersama kucing kesayangan yang diberi nama Marsya. Saat ini Marsya menghilang. (ist)

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Sudah tiga hari ini Geasiya bersedih. Sejak Senin (15/2/2021) lalu, gadis remaja ini kehilangan kucing kesayangannya.
Geasiya tidak tahu lagi harus mencari kemana.

Semua tempat di sekitar rumahnya sudah Ia telusuri, untuk menemukan Kucing ras mixdom campuran kampung berwarna hitam berbuntut panjang tersebut.

Saat menghilang, kondisi kucing berjenis kelamin betina ini berkalung pink yang menimbulkan bunyi gemerincing saat ia berjalan ataupun bergerak. Kucing yang diberi nama kesayanga Marsya ini diketahui masih bermain di halaman rumah Geasiya pada Senin (15/2/2021) sekitar pukul 7.30 WIB, setelah itu Marsya menghilang.

Menurut Gea, sapaan sayang gadis remaja ini, kucing kesayanganya itu sudah pernah menghilang pada 7 Desember 2020 lalu sekitar jam 10.00 WIB, saat dirinya pulang sekolah. Namun ketika itu, Marsya masih bisa ditemukan. Setelah mencari ke beberapa tempat, Marsya akhirnya ditemukan Ibu Kantin SDN 15 Puput Toboali, tempat Gea bersekolah.

"Saat ditemukan kondisi kucing tampak stress. Entah siapa yang membawa kucing saya sampai ke sekolah," ujar Gea.

Hanya saja kata Gea, pada waktu pertama kali hilang tersebut, ada saksi yang melihat orang membawa Marsya. Orang tersebut, kata Gea, kenal dengan dirinya.

Karena sudah ketahuan oleh orang lain, maka kucing dikembalikan kepada Gea. Namun karena malu, akhirnya kucing ditarok di sekolah tempat Gea belajar.

"Info dari saksi itu, Kucing saya ditaroknya di sekolah pada malam hari," tukas Gea.

Setelah dirawat oleh Gea, kucing tersebut kembali sehat dan ceria. Hingga sekitar dua bulan, Gea selalu bersama Marsya kucing kesayangannya. Namun, apa hendak dikata, Marsya kembali menghilang untuk kedua kalinya.

Diceritakan Gea, kucing itu menghilang berawal sekitar pukul 07.30 WIB. Ketka itu tidak ada orang di rumah. Ayah Gea pergi ke kantor, sedang ibunya pergi ke pasar. Saat tidak ada orang di rumah itulah, kucing keluar rumah juga menangkap kupu-kupu.

"Kebiasaan kucing ini, jam makannya memang sekitar jam 10.00 WIB. Biasanya jam segitu Ia datang atau ke dapur untuk makan. Namun hari itu tidak kelihatan," ungkap Gea sedih.

Melihat kondisi Gea yang terus bersedih karena kucing kesayangan belum juga ditemukan, sebagai ayah, Iskandar bermaksud akan melaporkan kehilangan kucing ini kepihak kepolisian Polres Bangka Selatan.

"Kami akan lapor kepihak polisi. Selain berharap kucing bisa kembali. Kami juga ingin menjadikan hal ini sebagai momentum pihak kepolisian menyelidiki kasus ini. Karena, saya dapat informasi sudah banyak kucing yang hilang, terutama kucing-kucing ras, seperti Persia, Himalaya dan beberapa jenis ras lainnya," ungkap Iskandar.

Selain akan melaporkan kepihak kepolisian, kata Iskandar, melalui media Babel Review ini, Ia dan keluarga berharap ada orang yang menemukan kucing kesayangan anaknya tersebut.

"Mudah-mudahan setelah diekpos ini ada orang yang melihat keberadaan kucing ini," harap Iskandar.

Menurut Iskandar yang juga selaku Ketua PMI Bangka Selatan ini, keluarganya memang sangat menyayangi kucing. Saat ini Iskandar juga menjadi pengasuh lima ekor kucing yang Ia tempatkan di Shelter di Kantor PMI Bangka Selatan. Kelima kucing tersebut merupakan hibah dari teman-temannya.

"Saya ikut prihatin dengan kejadian ini. Karena kucing ras campuran mixdom ini sudah dipelihara sejak umur dua bulan dari bulan April 2020 kemaren sampai dengan sekarang, berat badannya sudah 3 kilogram. Kucing ini sudah terdaftar sebagai penerima vaksin rabies dari Pemda Bangka Selatan tanggal 18 Agustus tahun lalu," jelas Iskandar.

Kepada masyarakat, para sahabat dan handaitaulan, Iskandar meminta bantuan menemukan kucing tersebut.

"Kami harap jika menemukan kucing tersebut, bisa menghubungi kami di HP 085379045999," tukas Iskandar. (BBR)
Sumber: Geasiya