Tiga Nelayan KM Jihan Sakira PPN Sungailiat Hilang di Perairan Pulau Dua

Ibnuwasisto
Tiga Nelayan KM Jihan Sakira PPN Sungailiat Hilang di Perairan Pulau Dua
Syahbandar Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat, Yovan. (Foto.Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Tiga orang nelayan asal Sungailiat, Kabupaten Bangka dilaporkan menghilang di perairan Pulau Dua. Kapal motor KM Jihan Sakira yang di Nahkodai oleh Agus Salim (38) bersama dengan kedua ABK Hanafi Umar Barbalia (33) dan Muhardy (20) tersebut terakhir terlihat oleh salah satu nelayan saat mencari ikan di sekitar titik koordinat 00° 40' 48" S 106° 09' 60" T.

Syahbandar Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat, Yovan mengatakan jika kapal KM Jihan Sakira adalah kapal 4 GT jenis pancing dan ijin berangkat yang didapatkan pada tangga 18 Februari 2020.

"Kita keluarkan ijinnya dari tanggal 18 Februari yang lalu tetapi mereka baru keluar pada tanggal 20 Februari 2020. Dan kami mendapatkan laporan hilang dari kakak dari nahkoda KM Jihan Sakira yang bernama Guntur. Jadi kalau kita hitung dari tanggal 20 Februari berarti sudah selama 13 hari mereka belum pulang," ujarnya.

Ia menegaskan jika informasi tersebut juga sudah dilaporkan ke pihak Basarnas Pangkalpinang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka. Dan pihak dari Basarnas semenjak kemarin sudah melakukan penanganan dengan berkoordinasi dengan pihak Basarnas Tanjung Pinang.

"Kenapa harus melakukan koordinasi dengan Basarnas Tanjung Pinang, karena menurut titik koordinat yang kita dapatkan posisi KM Jihan Sakira sudah berada di wilayah perairan Tanjung Pinang. Selain itu Basarnas juga sudah bekerjasama dengan para nelayan yang menangkap ikan di kawasan perairan di Pulau Dua," imbuhnya.

Yovan sampai saat ini masih berharap jika untuk nelayan dan kapal tersebut masih dapat pulang dengan selamat. Selain sudah melakukan koordinasi dengan Basarnas dan BPBD Kabupaten Bangka, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak Polairud.

"Kita akan terus mengawal dan pantau perkembangan pencarian ini. Kami berharap kepada seluruh para nelayan sebelum berangkat ke melaut untuk melengkapi alat keselamatan, jaket pelampung, alat navigasi dan alat yang lainnya. Kalau memang pemberangkatan harus ditunda silahkan ditunda dulu karena informasi dari BMKG kalau cuaca dan gelombang sangat tinggi dan ekstrim. Bagi pihak keluarga harap bersabar, kita masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak Basarnas, BPBD dan Polair Bangka," pungkasnya.


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review