Tim Balap Gemara 76 TK Racing Keluhkan IMI Babel Tidak Memberi Poin

kasmirudin
Tim Balap Gemara 76 TK Racing Keluhkan IMI Babel Tidak Memberi Poin
Pembalap Tim Balap asal Bangka Belitung Gemara 76 Norifumi TK Racing, Putra Wijaya yang gagal mendapat poin dalam Kejurnas Region 1B Sumatera yang berlangsung di Sirkuit Kartar, Desa Airbara, Bangka Selatan. (Foto: Fierly)

AIRGEGAS, BABELREVIEW.CO.ID -- Tim Balap asal Bangka Belitung, Gemara 76 Norifumi TK Racing mempertanyakan keputusan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Babel yang merupakan panitia pelaksana Kejurnas Region 1B Sumatera yang berlangsung di Sirkuit Kartar, Desa Airbara, Bangka Selatan beberapa waktu lalu.

Adapun keputusan IMI Babel yang dipertanyakan oleh Tim besutan David ini, perihal panitia yang memutuskan tidak memberikan poin kepada pembalap mereka Putra Wijaya pada saat penyisihan di kelas Open Senior 110 cc.

Tim Gemara 76 TK Racing yang diwakili oleh Manajernya Ajiw mempertanyakan keputusan IMI Babel yang tidak memberikan poin kepada Putra kendati pembalap bernomor 76 tersebut sampai di garis finish.

"Memang pada saat bertarung di babak penyisihan pada kelas tersebut, Putra mengalami kendala pada motornya. Namun, putra tetap melanjutkan balapannya meski harus dengan mendorong motornya, " jelas Ajiw.

Diakuinya, Putra sempat berhenti untuk tidak melanjutkan balapannya, namun ada panitia yang menyuruh putra untuk tetap melanjutkan balapannya. Karena jika ia melanjutkan maka akan dapat poin dan akan kehilangan poin jika berhenti.

Tak hanya sampai disitu, lanjutnya pada awalnya juga panitia sempat memberikan poin kepada putra. Namun menjelang babak final baru diberitahu kalau pada kualifikasi di kelas 110 cc tersebut, putra dianggap tidak melanjutkan balapan dan tidak dapat poin.

"Keputusan panitia semakin kami pertanyakan, karena di babak kualifikasi pada kelas Sport Senior ada pembalap lain yang bernasib serupa dengan Putra. Namun, pembalap tersebut kabarnya tetap dapat poin, " keluhnya.

Lebih lanjut Ajiw mengatakan, dengan protes ini bukan berarti kami tidak menerima kekalahan. Kalau dikatakan rugi, ya rugi. Apalagi ini Kejurnas yang berpengaruh bagi poin Putra yang akan mengikuti Grand Final Kejurnas di Brebes mendatang.

"Jika saja ini hanya Fun Race tidak berpengaruh kepada poin Putra di Grand Final Kejurnas nanti, maka dengan keputusan panitia yang merugikan kami tersebut sudah pasti kami langsung pulang dan tidak melanjutkan balapan lagi. Namun, lagi-lagi berhubung ini Kejurnas yang berpengaruh bagi Putra di grand final mendatang, " pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Andre
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review