Tim GTPP Covid-19 Pemkab Bangka, Terus Lakukan Tracking Guna Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Ibnuwasisto
Tim GTPP Covid-19 Pemkab Bangka, Terus Lakukan Tracking Guna Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bangka, Boy Yandra SKM. MPH. (Foto.Ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Dalam rangka untuk percepatan memutus mata rantai penyebaran Pandemi Covid-19, Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bangka dalam dua hari kebelakang melakukan pencarian kontak yang pernah melakukan hubungan dengan pasien SB dan AM yang kedua merupakan satu dari Pondok Pesantren Temboro, Jawa Timur.

"Hari ini kami mengirim 9 orang yang satu pondok pesantren dengan kedua pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrain Sungailiat Bangka untuk dilakukan pemeriksaan dan pengambilan swab. Setelah dilakukan tracking di Kelurahan Sinar Baru, Desa Pagarawan dan Kelurahan Sri Menanti, ada 14 orang yang besok akan kita bawa ke RSUD Depati Bahrain Sungailiat untuk dilakukan pemeriksaan swabnya," ucap Boy Yandra, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bangka, Kamis (21/5/2020).

Lebih lanjut, ia menjelaskan besok hari akan melakukan pendataan kepada pendatang yang belum sama sekali melapor kepada petugas puskesmas, dan nantinya akan diberikan gelang OTG untuk melakukan pemantauan.

"Supaya pada saat sudah dipasang gelang pemantau dapat memudahkan tim pemantau pada saat orang tersebut melakukan isolasi mandiri di rumah. Semoga dengan adanya tracking yang maksimal ini, kami berharap bisa mencari kontak para pendatang yang datang dari zona merah sekali," tegasnya.

Kemudian dia menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari pertemuan atau perkumpulan seperti di tempat perbelanjaan atau warung kopi agar dapat menjaga jarak.

"Jangan lupa untuk menggunakan masker setiap beraktivitas di luar rumah, cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir, konsumsi vitamin dan selalu berdoa agar selalu diberikan perlindungan," tukasnya.

Untuk data Covid-19 di Kabupaten Bangka saat ini ada 5 kasus yang 2 orang sudah dinyatakan sembuh dan 3 orang masih dalam perawatan karantina di gedung Diklat Provinsi Babel.

"Kita berharap semua kontak yang dengan pasien semua hasilnya negatif. Kabupaten Bangka saat ini terdapat 3 cluster, antara lain cluster Gowa, cluster Temboro, cluster Jakarta dan cluster Transmisi Lokal. Kami harapkan cluster Transmisi Lokal ini dapat diputus mata rantainya dengan segera dengan cara melakukan tes swab pada hari ini. Saya menghimbau pada keluarga pasien untuk tidak melarang petugas membawa salah satu anggota keluarganya dilakukan test swab di rumah sakit," pungkasnya.


Penulis : Ibnu

Editor : 

Sumber : Babel Review