Tim Reaksi Cepat PLN Babel Selesaikan Misi Kemanusiaan di Palu dan Donggala

kasmirudin
Tim Reaksi Cepat PLN Babel Selesaikan Misi Kemanusiaan di Palu dan Donggala
KEMBALI - Relawan Tim Reaksi Cepat PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (PLN Babel) berhasil menyelesaikan misi kemanusiaan di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, kembali ke Pangkalpinang, Selasa (16/10/2018). (ist)

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW – Relawan Tim Reaksi Cepat PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (PLN Babel) berhasil menyelesaikan misi kemanusiaan di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah selama 12 hari, untuk melakukan pemulihan jaringan listrik di daerah terdampak bencana gempa dan tsunami.

Mereka kembali pulang ke Bangka Belitung dengan disambut oleh jajaran manajemen PLN, Selasa (16/10/2018).

“Relawan Tim Reaksi Cepat PLN Babel kembali bertugas di PLN Bangka Belitung, setelah melaksanakan misi kemanusiaan. Kami bangga dan berterima kasih atas dedikasi dan militansi para relawan selama menjalankan tugas di Palu. Alhamdulilah hari ini semuanya pulang dalam keadaan sehat, aman dan selamat,” Jelas General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung Abdul Mukhlis.

Selama bertugas relawan berhasil menormalkan 124 gardu, 25 gawang saluran udara tegangan menengah (SUTM), 120 titik sambungan rumah (SR), 34 gawang jaringan tegangan rendah (TR), 85 konduktor, 26 buah CO, dan berbagai gangguan jaringan listirk lainnya.

Saat ini kondisi kelistrikan di Palu, Donggala, Sigi, dan Perigi mulai pulih. Sebanyak tujuh gardu induk  dan 1.933 gardu distribusi sudah beroperasi 100 persen. Tercatat 45 penyulang juga sudah pulih 100 persen. 15 perkantoran, PDAM, delapan rumah sakit, 10 bank dan ATM, 11 SPBU, 18 BTS, 15 pusat ekonomi dan 17 tempat ibadah menjadi prioritas suplai listrik.

Total ada kurang lebih 1.300 relawan datang dari berbagai daerah untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik di Palu dan sekitarnya. Relawan tim reaksi cepat PLN Babel berangkat sejak dua Oktober yang lalu dengan dibekali berbagai peralatan baik teknis seperti APD, voltage detector, material instalasi, handy talkie, dan peralatan non teknis seperti sleeping bag, ransum, masker dan tenda.

“Saya pantau terus waktu demi waktu aktivitas para relawan selama di Palu, mereka juga aktif memberikan laporan secara berkala kepada manajemen, saya sungguh salut dengan semangat mereka. Semoga apa yang telah dikerjakan rekan-rekan relawan di Palu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (BBR)

 


Penulis : Irwan
Editor   : Kasmir
Sumber :Babelreview