Tinggal 1 Pasien yang belum Dinyatakan Sembuh Covid-19 di Kabupaten Bangka

Ibnuwasisto
Tinggal 1 Pasien yang belum Dinyatakan Sembuh Covid-19 di Kabupaten Bangka
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bangka, Boy Yandra SKM MPH. (Foto.Ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Kabupaten Bangka semakin dengan zona hijau setelah hari ini Jum'at 26 Juni 2020 ada 3 pasien positif terkonfirmasi Covid-19 dinyatakan sembuh. Dan ketiga orang tersebut adalah warga negara asing (WNA).

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan GTPP Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bangka, Boy Yandra SKM MPH menyampaikan hanya tinggal satu pasien yang masih belum dinyatakan sembuh dengan inisial AL (18) warga Sungailiat.

"Jadi dengan adanya 3 pasien yang sudah dinyatakan sembuh hari ini, maka persentase tingkat kesembuhan di Kabupaten Bangka sudah mencapai 98,2 persen," ujarnya, Jum'at (26/6/2020).

Saat ini jumlah ODP sebanyak 263 dan sudah melakukan pemantauan, sedangkan PDP ada 41 orang dan 37 orang sudah jalani perawatan, OTG sebanyak 709 orang dan sudah melakukan pemantauan 570 orang.

"Upaya yang dilakukan untuk mempercepat memutuskan mata rantai penyebaran Pandemi Covid-19 agar Kabupaten Bangka kembali ke zona hijau adalah, Dinkes Kabupaten Bangka bekerjasama dengan PT. Timah Tbk melakukan rapid test dan swab secara masif. Dan hari kami lakukan rapid test masal di Kecamatan Puding Besar sebanyak 147 orang dan semua hasilnya dinyatakan non reaktif," kata Boy Yandra.

Ia mengumumkan untuk tanggal 2 Juli, rapid test masal dilakukan di Kecamatan Riau Silip dan dilanjutkan pada tanggal 9 Juli dilaksanakan di Kecamatan Mendo Barat. Sedangkan untuk BPBD Kabupaten Bangka masih terus melakukan sosialisasi penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 di warung kopi, pasar, warnet, perkantoran, pantai dan simpang lampu merah.

"Kemudian pembentukan Kampung Tegap Mandiri Covid-19 atas kerjasama dengan Polees Bangka, saya ucapkan banyak terimakasih kepada pihak Polri yang mana turut andil dalam penanganan penularan virus corona. Dengan adanya Kampung Tegap Mandiri Covid-19 ini sangat bermanfaat sekali untuk memutuskan mata rantai penyebaran Pandemi Covid-19. Kita berharap bersama-sama agar kondisi seperti ini cepat berakhir," tandasnya. (BBR)


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review