Tips Aman Berkendara Motor di Jalanan Gelap

BABELREVIEW.CO.ID – Berkendara di malam hari atau di jalanan yang minim penerangan memerlukan kewaspadaan ekstra. Kondisi cahaya yang terbatas membuat pengendara sulit melihat kondisi jalan, rambu, atau pengguna jalan lainnya. Hariyansha, Instruktur Safety Riding PT. Asia Surya Perkasa Main Dealer Honda Bangka Belitung, mengingatkan bahwa risiko kecelakaan meningkat signifikan di jalanan gelap bila pengendara tidak berhati-hati. “Pandangan terbatas membuat reaksi pengendara melambat, jadi penting untuk selalu menerapkan prinsip #Cari_Aman,” ujarnya.

Menurut Hariyansha, langkah pertama yang wajib dilakukan sebelum berkendara di malam hari adalah memeriksa kondisi lampu motor. Lampu depan, belakang, dan sein harus berfungsi dengan baik untuk memastikan visibilitas dan komunikasi dengan pengguna jalan lain. “Gunakan lampu utama saat jalanan gelap, tapi jangan gunakan lampu jauh terus-menerus karena bisa menyilaukan pengendara dari arah berlawanan,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Selain lampu, kecepatan juga menjadi faktor penting. Hariyansha menyarankan untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap jalan yang rusak, licin, atau berpasir. “Di jalan gelap, jangan terburu-buru. Jaga jarak aman dan selalu fokus pada area pandang depan,” katanya. Kecepatan yang terlalu tinggi di kondisi minim cahaya bisa membuat pengendara kehilangan kendali saat menghadapi rintangan mendadak.

Perlengkapan keselamatan juga tidak kalah penting. Gunakan helm berstandar SNI dengan visor bening agar pandangan tetap jelas di malam hari. “Hindari menggunakan helm dengan kaca gelap atau iridium saat malam karena bisa mengurangi jarak pandang,” imbuh Hariyansha. Selain helm, jaket dengan bahan reflektif atau tambahan rompi reflektor dapat membantu pengendara lebih mudah terlihat oleh kendaraan lain.

Hariyansha juga menekankan pentingnya kondisi tubuh yang prima sebelum berkendara di malam hari. Rasa kantuk atau lelah dapat memperlambat reaksi dan menurunkan fokus. “Kalau merasa mengantuk, lebih baik berhenti sejenak dan beristirahat. Jangan paksakan diri, karena risiko microsleep di malam hari sangat tinggi,” ujarnya.

Selain itu, ia menyarankan agar pengendara menghindari penggunaan ponsel atau perangkat lain saat berkendara di malam hari. Gangguan kecil bisa berakibat fatal ketika visibilitas rendah. “Mata dan konsentrasi harus sepenuhnya fokus ke jalan. Cahaya dari ponsel bisa mengganggu adaptasi mata terhadap gelap,” tambahnya.

Sebagai penutup, Hariyansha mengingatkan bahwa keselamatan di malam hari bukan hanya tanggung jawab pribadi, tapi juga bentuk kepedulian terhadap pengguna jalan lain. “Berkendara di jalan gelap itu menantang, tapi bisa aman kalau kita siap dan disiplin. Ingat, nyalakan lampu, kurangi kecepatan, dan tetap #Cari_Aman dalam setiap perjalanan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *