Tohari Inisiasi Pemuda Desa Kemuja Ikuti Workshop Jurnalistik, Usai Belajar Langsung Bentuk Tabloid Bumang

Bangahada
Tohari Inisiasi Pemuda Desa Kemuja Ikuti Workshop Jurnalistik, Usai Belajar Langsung Bentuk Tabloid Bumang
Pelatihan Jurnalistik Milenial satu hari yang mengusung tema “Jurnalis Muda Membangun Kampong” ini diselenggarakan di Markas Gapoktan Desa Kemuja, Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, Selasa (1/6/2021). (fierly/thoriq)
Pelatihan Jurnalistik Milenial satu hari yang mengusung tema “Jurnalis Muda Membangun Kampong” ini diselenggarakan di Markas Gapoktan Desa Kemuja, Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, Selasa (1/6/2021). (fierly/thoriq)
Pelatihan Jurnalistik Milenial satu hari yang mengusung tema “Jurnalis Muda Membangun Kampong” ini diselenggarakan di Markas Gapoktan Desa Kemuja, Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, Selasa (1/6/2021). (fierly/thoriq)

MENDO BARAT, BABELREVIEW.CO.ID — Para pemuda yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid (Irmas) Desa Kemuja mengikuti Workshop Jurnalistik Milenial.

Pelatihan jurnalistik satu hari yang mengusung tema “Jurnalis Muda Membangun Kampong” ini diselenggarakan di Markas Gapoktan Desa Kemuja, Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, Selasa (1/6/2021).

Kegiatan yang bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila ini dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Berbagai materi seputar jurnalistik diberikan kepada para remaja dan pemuda Desa Kemuja.

Diharapkan melalui workshop ini mereka bisa menjadi jurnalis muda yang nantinya dapat menyampaikan segala informasi tentang program dan potensi Desa Kemuja kepada masyarakat.

"Tujuan workshop ini untuk menyiapkan generasi muda Kemuja sebagai ujung tombak dalam mempromosikan potensi sumber daya alam maupun potensi kebaikkan yang dimiliki Desa Kemuja," ujar Tohari, Tokoh Pemuda Desa Kemuja, yang menginisiasi pelatihan jurnalistik ini.

Dikatakan Tohari, selama ini Dirinya mengamati banyak remaja dan pemuda Desa Kemuja yang menyukai dunia komunikasi dan informasi.

"Selama ini mungkin belum dilirik oleh pemangku pemerintahan Desa Kemuja. Karena melihat begitu besar potensi ini, maka saya bersama Ketua Irmas Desa Kemuja Ruslan dan Ketua Gapoktan Desa Kemuja Zaidan, memilih beberapa anggota Irmas untuk ikut pelatihan tahap pertama ini," ungkap Tohari.

Ia berharap bekal pelatihan ini, bisa memberikan tambahan wawasan dan semangat serta motivas para remaja dan pemuda Desa Kemuja untuk lebih tertarik dan mau menggeluti dunia jurnalistik.

Bahkan untuk mewujudkan keberlanjutan pasca pelatihan jurnalistik tersebut, akhirnya Tohari di damping Ketua Irmas Ruslan langsung membentuk struktur redaksi Tabloid Bumang.

Rencananya dalam waktu dekat ini, Tabloid Bumang akan diluncurkan, sebagai wadah informasi masyarakat Desa Kemuja Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka.

"Insya Allah melalui tangan dingin para jurnalis muda ini, nama dan potensi Desa Kemuja bisa lebih dikenal luas masyarakat, tidak saja masyarakat Bangka Belitung, namun bisa secara nasional," harap Tohari.

Di dalam worksop pertama ini, ada empat materi yang disampaikan langsung oleh pemateri-pemateri yang ahli dibidangnya.

Materi pertama, yakni terkait dengan teknik membuat berita yang disampaikan oleh Pimpinan Redaksi (Pimred) Babelreview, Dodi Hendriyanto yang akrab disapa Bang Doi.

Di dalam materinya, salah satu yang didampaikan Bangdoi yakni tentang dasar-dasar dan unsur yang dibutuhkan dalam membuat sebuah berita.

Materi kedua, yakni tentang teknik membuat press release. Materi ini disampaikan oleh Ketua PWI Bangka Tengah yang juga wartawan media Harian Rakyat Pos M Tamimi.

Sementara materi ketiga dan keempat, yang disampaikan kepada para peserta Workshop Jurnalistik yakni materi tentang teknik membuat berita vidio dan teknik fotografi dalam dunia jurnalistik yang langsung disampaikan oleh dua jurnalis Babelreview Irwan Aulia Racman (Vidiographer/Redaktur) dan Fierly Aditia (fotographer).

Para peserta yang mengikuti workshop, terlihat sangat antusias dengan materi-materi yang disampaikan.

Mereka pun terlihat sangat semangat saat diberikan tugas untuk membuat berita terkait dengan kegiatan workshop yang diikuti.

Workshop sendiri ditutup dengan praktik langsung pengambilan vidio dan foto yang di dampingi dan diarahkan langsung oleh pemateri. (BBR)