Tokoh Babel Angkat Bicara Soal Kolong Belubur, Naziarto: Yang Menjual Harus Diusut

Ahada
Tokoh Babel Angkat Bicara Soal Kolong Belubur, Naziarto: Yang Menjual Harus Diusut
Sekda Bangka Belitung, Naziarto. (Dok)

MENDOBARAT, BABELREVIEW.CO.ID--Tokoh Bangka Belitung kelahiran Desa Kace Kecamatan Mendobarat, Dr Drs Naziarto SH MH, angkat bicara terkait Kolong Belubur yang beberapa hari terakhir menjadi perbincangan publik.

Sebagaimana dirilis BBR sebelumnya, sebagian dari areal kolong yang terletak di wilayah Dusun VI Desa Kace ini,  disebut-sebut sudah dikuasai secara pribadi dan dibangun rumah oleh warga.

Salah seorang perwakilan warga, Agung, kepada BBR, Rabu (06/05/2020) mengatakan, Kolong Belubur merupakan satu-satunya kawasan serapan air di Desa Kace yang tersisa setelah beberapa kolong lainnya sudah ditimbun dan dijadikan lahan pemukiman.

"Pemdes dan Camat terkesan melakukan pembiaran.  Mestinya kan kawasan resapan air seperti ini tak boleh dikuasai atau dimiliki sepihak. Maka  kita akan usut ini," tegas Agung.

Sayangnya,  baik Plt Kades Kace Jalal, maupun Camat Mendobarat Hismunandar, dikonfirmasi terkait persoalan ini enggan memberikan keterangan.

Sementara itu, Naziarto ketika dihubungi BBR, Sabtu (09/05/2020), mendesak aparat terkait untuk mengusut tuntas kasus Kolong Belubur dan kolong lainnya di Desa Kace.

"Tak saja Kolong Belubur, kolong lainnya seperti Kolong Katis juga harus diusut siapa yang menjualnya. Kembalikan ke kas desa hasil penjualan tersebut. Gunakan untuk membangun sarana fisik perdesaan dan Fasum perdesaan, serta bangun koperasi perdesaan guna menciptakan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat desa," ujar Naziarto yang juga Sekda Provinsi Babel ini.

Dalam kesempatan tersebut, mantan wartawan nasional ini, juga mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Agung Cs.

"Saya dukung langkah yang dilakukan oleh Agung Cs. Saya bangga ada warga seperti dia. Berjuanglah terus demi kepentingan masyarakat, jangan sekadar cuap-cuap  cari panggung dan mencari keuntungan pribadi. Niatkan setiap perjuangan untuk masyarakat dan bertujuan ibadah," tegas Naziarto seraya meminta Pemdes Kace segera menginvestigasi masalah tersebut.

"Persoalan bukan untuk didiamkan. Tapi cari akar persoalannya, kemudian tuntaskan," tukas Naziarto. (BBR)
Laporan: Ichsan Mokoginta Dasin