Tokoh Umat Babel Tolak Indonesia Bergabung ke Board of Peace

Sejumlah Tokoh Umat (Habaib, Asartidz, dewan Masjid dan lainnya) menyambangi Kantor DPRD Babel pada kamis siang (4/3/2026).

Kedatang para Tokoh Umat dan Ulama Babel ini dalam rangka menyampaikan sikat politik umat muslim Babel yang menolak masuknya Indonesia masuk ke Board of Peace yang di bentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donal Trump.

Kehadiran Tokoh Umat Babel ini di terima langsung ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya dan wakil ketua Edi Nasapta.

 

Melalui Ustd Rasyid Ridho Tokoh Umat Babel menyampaikan tujuh tuntutan penolakan yaitu pertama menolak Board of Peace, kedua meminta presiden Prabowo untuk keluar dari BoP. Ketiga, menyerukan pemerintah Indonesia tidak mengirim Tentara Nasional Indonesia ke tanah Palestina.

Keempat, meminta pemerintah Indonesia untuk memutus hubungan internasional kepada Amerika Serikat dan entitas zionis Yahudi serta meminta elemen umat islam dan pemimpin muslim untuk bersatu memperjuangakan kemerdekaan Palestina dan mengutuk serangan Amerika Serikat beserta Israel ke Iran.

Menurut Ustd Rasyid Ridho, Presiden Prabowo tidak konsisten atas sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Artinya Presiden Prabowo telah menjadi “boneka” Amerika Serikat.

Atas pernyataan sikap ini Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya akan menyampaikan sikap umat muslim Babel ke Komisi I DPR RI dan ke Sekretaris Negara.

“Ya kami akan sampaikan sikap umat muslim Babel ini Ke Komisi I DPR RI dan Kantor Sekretaris Negara” ujar Didit Srigusjaya.

Perlu diketahui Board of Peace adalah lembaga multilateral yang dibentuk Presiden Donald Trump untuk menjaga stabilitas di Jalur Gaza Palestina yang ke anggotanya terdiri dari Albania, Kosovo, Argentina, Indonesia, Khazaktan, Mesir, El Salvador dan negara lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *