Tolak RUU HIP, Front Melayu Babel Bersatu Gelar Aksi Damai Usai Sholat Jumat

Ahada
Tolak RUU HIP, Front Melayu Babel Bersatu Gelar Aksi Damai Usai Sholat Jumat
Front Melayu Babel Bersatu bersama sejumlah elemen ummat di Babel bakal mengelar aksi damai penolakan RUU HIP, di DPRD Babel, Jumat (03/07/2020) siang. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Front Melayu Babel Bersatu (FMBB) bersama sejumlah elemen ummat di Babel bakal mengelar aksi damai penolakan RUU HIP.

Aksi tersebut akan di gelar di DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (03/07/2020) siang.

Ketua FMBB Rahman mengatakan rencana aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap kondisi Bangsa saat ini.

"DPR RI harus menghentikan pembahasannya dan mencabut RUU HIP dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas-red), sebab jika disahkan akan merugikan bangsa ini, " katanya Kamis, siang.

Lebih jauh dikatakan Rahman,  RUU HIP tersebut jika disahkan sama artinya memberikan peluang atas kebangkitan komunis dan paham marxisme.

"Kondisi sekarang saja akibat diterapkannya kapitisme sekuler sudah terpuruk,  apalagi ditambah dengan RUU tersebut yang jija diterapkan dapat memberi peluang bangkitya komunis," katanya.

Oleh karena itu,  FMBB meminta DPR RI mendengar aspirasi rakyat.

"Jika tetap dibahas maka gelombang penolakan rakyat akan semakin massif, " katanya.

Sementara Koordinator Lapangan (Korlap)  aksi,  Abi Acik mengatakan sejumlah elemn yang ikut tergabung seperti FPI, FJB, Pemuda Muslimin,  Majelis Istirham, MPI,  LPI,  sejumlah ormas kepemudaan,  Pondok Pesantren dan elemen ummat lainnya.

"Dukungan terhadap aksi Jumat besok juga datang dari sejumlah tokoh dan kiyai. Aksi kita adalah aksi damai menyampaikan aspirasi ke DPRD Babel," katanya.

Lebih jauh dijelaskannya, sekitar 1.000 lebih peserta akan mengikuti aksi tersebut.

"Kita perkirakan lebih dari seribu. Bukan hanya dari Pangkalpinang tapi dari sejumlah kabupaten," kataya.

Pihaknya juga menghimbau agar peserta aksi mengenakan masker dan tetap menjaga situasi agar tetap kondusif.

"Titik kumpul di Taman Mandara lalu bersama menuju DPRD Babel. Maka peserta harus mengenakan helm dan kelengkapan kendaraan lainnya," katanya. (BBR)

Sumber: ustadz fakhrudin

Editor: @hada