Tolooong Buka Pintu Pasir Padi! Kaling Parno Tak Mau 'Warga Bunuh Diri'

Ahada
Tolooong Buka Pintu Pasir Padi! Kaling Parno Tak Mau 'Warga Bunuh Diri'
Kawasan Pantai Pasir Padi sepi pengunjung, akibat sejak dua bulan lebih ini ditutup. Warga dan para pelaku usaha di kawasan Pantai Pasir Padi Pangkalpinang ini berharap Pemkot Pangkalpinang segera membuka Pantai Pasir Padi untuk umum. (Firly/babelreview.co.id)
Kawasan Pantai Pasir Padi sepi pengunjung, akibat sejak dua bulan lebih ini ditutup. Warga dan para pelaku usaha di kawasan Pantai Pasir Padi Pangkalpinang ini berharap Pemkot Pangkalpinang segera membuka Pantai Pasir Padi untuk umum. (Firly/babelreview.co.id)
Kawasan Pantai Pasir Padi sepi pengunjung, akibat sejak dua bulan lebih ini ditutup. Warga dan para pelaku usaha di kawasan Pantai Pasir Padi Pangkalpinang ini berharap Pemkot Pangkalpinang segera membuka Pantai Pasir Padi untuk umum. (Firly/babelreview.co.id)

"Kami paham kondisi ini. Tidak ada yang menyangka akan ada virus corona ini. Kami juga mau sehat dan kami juga takut mati karena corona. Tetapi kami juga takut mati karena kelaparan. Jika kondisi ini dibiarkan, samalah dengan membiarkan warga di sini bunuh diri. Saya sebagai Kaling tidak mau warga hukumnya mati seperti bunuh diri"

Parno

Kepala Lingkungan

___________________

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Sepi dan sunyi, begitulah yang terlihat sepanjang mata memandang di kawasan Pantai Pasir Padi.

Saat ini kawasan wisata kebanggaan warga Kota Pangkalpinang itu bagaikan mati suri.

Biasanya, apalagi saat usai lebaran, ribuan warga akan memadati setiap jengkal hamparan pasir padi.

Bersama keluarga, warga yang datang tidak saja berasal dari Pangkalpinang, melepaskan canda dan tawa sembari memandangi buih ombak yang bekerjaran menuju bibir pantai.

Tetapi kini pasir padi bagaikan hamparan kuburan terluas. Sepi, sunyi dan mati.

Hampir tidak ada aktivitas sama sekali di kawasan pantai yang memiliki panjang tepi  lebih dari 3 km tersebut.

Dipintu masuk Pasir Padi tertulis huruf besar warna merah: MOHON MAAF PANTAI PASIR PADI DITUTUP. Di bawah tulisan ini ditambah dengan kalimat "Antisipasi Penyebaran Virus Covid-19". Ada pula tagar yang bertuliskan #DIRUMAHAJA.

Saat babelreview memasuki kawasan Pantai Pasir Padi, yang terlihat pondok-pondok tutup tidak ada aktivitas.

Sementara kursi dan meja yang biasanya menjadi tempat bersantai dan bercengkerama para penikmat pantai, kini  hanya tersusun rapi di sepanjang garis pantai.

Hanya deburan ombak sesekali terdengar memecah kesunyian.

Kondisi ini, diakui Kepala Lingkungan Pasir Padi Parno sudah berlaku sejak 23 Maret 2020 lalu.

Saat itu awal Pantai Pasir Padi ditutup untuk umum.

Praktis kegiatan ekonomi warga Pasir Padi dan sekitar juga tehenti.

"Sudah dua bulan lebih kawasan Pasir Padi ditutup. Ekonomi warga disini praktis mati. Ekonomi kami semua disini sudah kritis. Karena berdagang di kawasan pantai telah menjadi pondasi ekonomi sebagian besar warga kami," ujar Parno, yang mengaku mewakili keresahan dan jeritan para pedagang di kawasan Pantai Pasir Padi.

Jika kondisi ini dibiarkan...

  • Halaman
  • 1
  • 2
  • 3