Tongkang Bermuatan Batu Split Milik PT. SMA Bersandar di Dermaga Gusung Diduga Ilegal

andre
Tongkang Bermuatan Batu Split Milik PT. SMA Bersandar di Dermaga Gusung Diduga Ilegal
Foto : Ist

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Di dermaga jetty atau pelabuhan tikus di dusun Gusung, desa Rias, kecamatan Toboali, kabupaten Bangka selatan (Basel) terlihat satu unit tongkang yang berlabuh.

Tongkang dengan lambung kapal 08S9 mengangkut muatan batu split atau agregat sebanyak 3.000 kubik tampak tidak bertuan, hanya terlihat anak buah kapal (ABK) beberapa orang saja.

Meski tampak tak bertuan, ribuan batu kubik tersebut terlihat sudah siap bongkar muat dalam jumlah besar.

Diduga batuan tersebut milik salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Asphalt Mixing Plant (AMP) di kecamatan Toboali. 

Hanya saja saat awak media berada di lokasi, tidak satupun rupa salah satu pemilik atau penanggung jawab dari kepemilikan ribuan batu split tersebut. Hanya terlihat Camat Toboali dan Sekretarisnya yang menyusul ke lokasi dermaga jetty  Gusung itu.

Saat diwawancara, Camat Toboali Sumindar membenarkan kalau ada satu unit tongkang yang bersandar ke dermaga jetty Gusung. 

"Tongkang tersebut membawa muatan batu agregat split sebanyak 3000 kubik, " imbuhnya Senin (28/04/2020).

Diakuinya, dirinya mengecek ke lokasi.Kapal tongkang itu membawa muatan batu agregat atau split sebanyak 3000 kubik, tapi pemilik atau penanggung jawabnya tidak ada ditempat, cuma ada ABK saja jadi tidak bisa konfirmasi  apapun.

"Sepengetahuan saya, pemilik batu split agregat itu berada di Pangkalpinang. Hanya saja, saat di lokasi ia tidak memungkiri kalau ada alat berat eksavator dan mobil dump truck di lokasi tersebut yang bertuliskan SMA.

Dikatakannya, karena pemiliknya punya orang di Pangkalpinang, selain tongkang ada juga satu unit alat berat eksavator jenis PC dan satu unit mobil dump truck bertuliskan SMA di dump truck nya itu.

Terpisah, Kades Rias, Abdul Gani mengaku baru mengetahui ada kapal tongkang sender di dermaga jetty di dusun Gusung, desa Rias itu atas adanya laporan dari warga sekitar.

"Kita mengetahui karena masyarakat banyak lapor adanya aktivitas sandar kapal tongkang di dusun Gusung itu, " bebernya.

Lebih lanjut ia mengatakan, setelah ada laporan itu, barulah Aliong selaku Kuasa PT SMA menghubunginya.

"Kuasa PT SMA pak Aliong ada mengirimkan foto kesehatan ABK dan surat keterangan kesehatan ABK.Tapi untuk syarat lainnya belum ada," bebernya.

Menurutnya, sejauh ini belum ada izin dari pihak Pemerintah kabupaten Basel, Camat dan pemdes terkait masuknya kapal tongkang tersebut.

Sementara itu, kuasa PT SMA di Toboali, Aliong saat dihubungi  mengakui kalau aktivitas sandar muat tongkang bermuatan batu split agregat sebanyak 3.000 kubi itu milik PT SMA yang berlokasi di desa Keposang, Toboali. 

"Betul milik PT SMA aktivitas sandar muat tongkang muatan batu split agregat ada 3.000 kubik," akui Aliong.

Dirinya juga mengakui kalau aktivitas sandar tongkang muatan batu split agregat 3.000 kubik itu tidak mengantongi izin apapun, hanya berbekal surat pernyataan dari Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang (PUPR)Basel.

"Kalau izin tidak ada, cuma ada izin dari PU maksudnya surat pernyataan dari bidang Bina Marga Dinas PUPR saja dan surat pernyataan itu sekarang ada di kantor unit penyelenggara pelabuhan kelas III Sadai atau Syahbandar," pungkasnya. (BBR)


Penulis : Andre