Tos Kopi Bukit Pading, Jadi Ritual Naik Bukit,  Menikmati Indahnya Air Terjun C2

Ahada
Tos Kopi Bukit Pading, Jadi Ritual Naik Bukit,  Menikmati Indahnya Air Terjun C2
Tos Kopi Bukit Pading, sebelum naik ke Bukit untuk menikmati sensasi Air Terjun C2, yang terletak di Desa Lubuk Pabrik Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (19/9/2020). (firly/babelreview)

LUBUKBESAR, BABELREVIEW.CO.ID -- Memang tidak ada keharusan bagi setiap wisatawan untuk minum kopi pahit Bukit Pading, saat akan menaiki Bukit Pading.

Namun beberapa warga menjadikan Kopi Bukit Pading sebagai ritual, sebelum memasuki pintu masuk Bukit Pading.

Apalagi, jika tujuannya tidak sekedar naik bukit, akan tetapi mau mandi menikmati sensasi air terjun C2.

Kopi Hitam Bukit Pading, diyakini bisa menambah gairah dan menumbuhkan adrenalin.

Sehingga, saat naik Bukit yang memiliki ketinggian sekitar 400 meter DPL tersebut, kebugaran tubuh tetap terjaga.

Tidak percaya? Coba saja jika nanti Anda akan berwisata di lokasi Air Terjun C2 di Bukit Pading, Desa Lubuk Pabrik Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah.

"Kita tos kopi dulu. Agar tenaga tetap terjaga, dan kebugaran tubuh bisa stabil hingga ke puncak nanti," ajak Basori, Ketua Pengurus Destinasi Air Terjun C2 kepada babelreview, sebelum memulai naik ke Bukit Pading, Sabtu (19/9/2020) lalu.

Rasa kopi pahit robusta betul-betul mengalir hangat di tenggorakan. Memang ada terasa tambahan tenaga saat pahitnya kopi melewati tenggorakan dan menuju lambung.

"Terasa ada tambahan tenaga. Jika begini rasanya pengen cepat sampai di tingkat 7 air terjun," ujar Diko, salah satu wartawan babelreview, usai Tos Kopi Pading di pintu masuk Naik Bukit Pading.

Diceritakan Basori, dahulunya tidak ada warga yang perduli dengan Kopi Bukit Pading ini.

Bahkan, banyak batang kopi yang tumbuh di lereng Bukit Pading diganti dengan tanaman lainnya seperti karet, sahang dan durian.

Tetapi setahun terakhir..

  • Halaman
  • 1
  • 2