TPA Pangkalpinang Sudah Tak Pantas Lagi, Baunya Itu Tidak Tahan

kasmirudin
TPA Pangkalpinang Sudah Tak Pantas Lagi, Baunya Itu Tidak Tahan
Kondisi TPA Pangkalpinang, yang volume sampahnya terus meningkat.(foto:Reni)

SURABAYA, BABELREVIEW -- Kerapkali masyarakat mengeluhkan bau busuk dari tempat pembuagan akhir (TPA) di Parit Enam Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Lokasi TPA yang berdekatan dengan Bandara Depati Amir Bangka ini, dinilai sudah tidak pantas lagi, sebagai tempat pembuangan dan penumpukan sampah warga Pangkalpinang.

Menyikapi kondisi TPA Kota Pangkalpinang ini, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, ingin agar TPA yang baunya menyengat itu segera ditangani.

“Hilangkan baunya, kelola dengan baik. Jadikan listrik, dan listriknya bisa dijual ke PLN,” ujar Gubernur Erzaldi Rosman, saat melakukan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai kerja sama provinsi Babel dengan ITS dalam bidang pengembangan sumber daya alam (SDA), teknologi pengembangnya dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), di Gedung Rektorat ITS, Senin (2/7/2018).

Dalam pertemuan dengan Prof Dr Ir Ketut Buda Artana ST M Sc, Wakil Rektor Bidang Penelitan, Inovasi dan Kerja Sama ITS, dan jajarannya ITS itu, Gubernur Babel Erzaldi Rosman didampingi Pejabat dari Dinas ESDM, Bappeda, Bakuda, Diskominfo, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Disperindag, Biro Ekonomi, Biro Hukum, dan Biro Humas dan Protokol.

Pada kesempatan itu, Gubernur Erzaldi juga menjelaskan rencananya Pemprov Babel akan menjadikan beberapa pulau di Babel menjadi pulau hybrid. Dimana nantinya pulau-pulau tersebut transportasinya akan dialihkan menggunakan transportasi listrik.

Dalam jangka waktu dekat, fokus lebih ditekankan pada penggantian perahu nelayan bermotor menjadi perahu listrik dan produksi kapal ikan Baito Deling ITS.

“Kita usahakan untuk nelayan yang jarak tempuh pendek-pendek saja dahulu, jarak tempuhnya sekitar 2 mil. Selain itu kita juga akan coba elektrifikasi kapal wisata dari Pulau Bitung ke Pulau Lengkuas,” ungkap Gubernur Erzaldi.

Ia juga menekankan kerja sama ITS dengan Politeknik Manufaktur Negeri Babel dan Universitas Bangka Belitung di bidang riset bersama, akademik dan studi lanjutan S2 atau S3 segera juga akan dilaksanakan.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, berjanji ITS akan turut bergerak cepat menindaklanjuti MoU ini. ITS juga akan melakukan kunjungan balik ke Provinsi Babel agar segera bisa merealisasikan kerja sama yang sudah dijalin ini.

“Semua kerja sama ini merupakan wujud kami (ITS, red) dalam upaya turut memajukan bangsa. Sehingga semakin banyak jejaring yang sudah terjalin, itu juga meningkatkan potensi yang ada di ITS,” kata Prof Joni, seperti yang ditulis media Humasprov Babel.

MoU ini juga merupakan sebagai wujud representasi dari ITS dan Provinsi Babel yang telah siap menghadapi era industri digital 4.0. Jika sesuai rencana, kerja sama antara institut yang mendapatkan gelar kampus terinovasi ini, dengan Pemprov Babel akan rampung segala bentuk administrasi dan rancangan anggarannya sebelum bulan Agustus 2018 mendatang. (*/BBR)


Penulis : Kusuma
Editor   :Kasmir
Sumber :Babelreview