Tradisi Ruwahan Di Beltim Mohon Diampuni Segala Dosa

Admin
Tradisi Ruwahan Di Beltim Mohon Diampuni Segala Dosa
foto:Vera Vlesia

Beltim – Provinsi Bangka Belitung memiliki kekayaan budaya yang beraneka-ragam. Tradisi ruwahan merupakan salah satu tradisi Budaya Belitong yang dilaksanakan menjelang Bulan Ramadhan dan masih berlangsung di beberapa wilayah hingga saat ini. Pelaksanaan acara sedekah ruwah dilakukan secara bersama-sama di masjid, di balai desa atau di rumahrumah.

Tradisi ruwah yang berlangsung baru-baru ini di Mesjid Agung Darusalam Manggar, Kabupaten Belitung timur (Beltim)dimaknai sebagai sebuah tradisi penghormatan kepada arwah nenek moyang atau keluarga yang telah meninggal.

Usmanto selaku ketua seksi ibadah Mesjid Agung Darusalam mengatakan ruwah berasal dari kata ”arwah”. Kegiatan ruwah yang dilaksanakan tiap tahun ini merupakan tradisi penghormatan kepada arwah para leluhur sebelum Bulan Ramadhan yang berlangsung secara turun-temurun.

Ia menjelaskan tujuan ruwah adalah untuk memohon kepada Allah SWT agar arwah para leluhur yang telah meninggal dunia diampuni segala dosa-dosanya dan diberi tempat yang layak di sisi Allah SWT. Kemudian mendoakan kita supaya panjang umur dan murah rejeki serta sekaligus memperkuat iman kita.

Usmanto berharap agar seluruh warga masyarakat ikut melestarikan nilai-nilai tradisi daerah karena sarat nilai budaya dan agama.“Dengan dilaksanakan ruwah ini artinya kita tetap melestarikan tradisi-tradisi tersebut dan mengajarkan kepada generasi muda untuk lebih menghargai tradisi dan budaya,” kata Usmanto.

Dalam tradisi ruwah di Masjid Agung, warga masyarakat berduyun-duyun datang membawa berbagai macam jenis makanan, ada lauk-pauk serta  buah-buahan. Selanjutnya setelah dibacakan doa yasin, warga yang hadir dipersilahkan makan bersama. Tujuannya yaitu sebagai bentuk syukur atas rejeki yang telah diperoleh dan memohon keselamatan serta perlindungan dari Allah SWT. (BBR)


Penulis :Vera Vlesia
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview