UBB Ajak Masyarakat Manfaatkan Limbah Organik

Admin
UBB Ajak Masyarakat Manfaatkan Limbah Organik
- Tiga dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Bangka Belitung (UBB) bersama puluhan masyarakat Desa Air DurenFoto:Vigest

AIR DUREN, BABELREVIEW.CO.ID -- Tiga dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Bangka Belitung (UBB) bersama puluhan masyarakat Desa Air Duren, Kabupaten Bangka menggelar program bertema "Eco-Friendly Agrotechnorganic:  Integrasi Pertanian Organik Skala Rumah Tangga Berbasis Pengolahan Limbah Keluarga dan Pemanfaatan Agensia Hayati"  di Kantor Desa Air Duren, Jumat (26/07/2019). Program tersebut merupakan program pengabdian yang digagas oleh Ropalia S.P., M.Si, Rion Apriyadi S.P., M.Si dan Deni Pratama S.P., M.Si guna memberikan edukasi bagi masyarakat Desa Air Duren terkait pemanfaatan bahan dan limbah organik dalam menunjang kebutuhan pertanian.

Agen hayati dan limbah organik menjadi fokus yang dikenalkan kepada masyarakat, yang tentunya semua itu menggunakan bahan organik. "Kami berusaha memberikan pemahaman bahwa limbah dan bahan organik tersebut besar sekali potensinya untuk dimanfaatkan. Di sini kami menggunakan Trichoderma, dan POC dari limbah pertanian yang kemudian kami kenalkan dengan metode praktek langsung agar mudah dipahami masyarakat," ujar Ropalia, selaku ketua program pengabdian. 


Trichoderma dan POC terbilang sangat aplikatif untuk diterapkan masyarakat karena mampu mengendalikan penyakit, serta menambah nutrisi bagi komoditi yang ditanami petani. Deni Pratama mengatakan bahwa pemanfaatan bahan eco-friendly amat dibutuhkan masyarakat saat ini. "Eco-friendly lebih mengacu pada pemanfaatan bahan organik yang ramah lingkungan. Suitable Agriculture harus dimulai dengan penggunaaan bahan organik yang tentunya  mudah ditemui oleh masyarakat.

Itulah yang menjadi alasan kami mengedukasi masyarakat lewat program kami yang berfokus pada bahan organik yang dapat dijadikan agen hayati, pupuk organik, maupun pestisida alami. Pengetahuan semacam ini dapat menyadarkan masyarakat untuk mengolah bahan organik khususnya limbah pertanian yang mungkin masih dibiarkan begitu saja," ujar Zainudin selaku Kepala Desa Air Duren. Ia mendukung positif program kegiatan karena dapat membantu masyarakat memecahkan permasalahan pertanian yang kerap dialami masyarakat Air Duren. "Harapan saya agar masyarakat di sini mendapat wawasan dari kegiatan ini, mampu mengolah limbah organik dan bahan organik menjadi kebutuhan dalam pertanian sesuai dengan apa yang telah disampaikan," harapnya. (BBR)


Penulis : Vigest
Editor : Fennie