Update Covid-19 Bangka: 16 Pasien Sembuh dan 16 Kasus Baru

Irwan
Update Covid-19 Bangka: 16 Pasien Sembuh dan 16 Kasus Baru
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka Boy Yandra

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka Boy Yandra menyampaikan adanya penambahan kasus positif terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 16 orang.

16 pasien tersebut dengan inisial  (30) warga Desa Labu, Puding Besar, L (51) warga Desa Kace, Mendo Barat, FP (9) warga Sri Menanti, Sungailiat, M (50) warga Sungailiat, DF (18) warga Sri Menanti, Sungailiat, G (30) warga Kampung Jawa, Sungailiat, G (44) warga Sri Menanti, Sungailiat, KS (45) warga Sri Menanti, Sungailiat, H (28) warga Riding Panjang, Belinyu, N (62) warga Kace, Mendo Barat, IF (35) warga Batu Rusa, Merawang, S (41) warga Sinar Baru, Sungailiat, AN (36) warga Parit Padang, Sungailiat, M (66) warga Parit Padang, Sungailiat, DAA (34) warga Cokroaminoto, Sungailiat dan FS (29) warga Cengkong Abang, Mendo Barat.

Sementara yang dinyatakan sembuh sebanyak 16 orang dengan inisial, ER warga Sungailiat, K warga Sungailiat, M warga Bakam, E warga Bakam, K warga Pemali, YW warga Pemali, RW warga Pemali, SZ warga Sungailiat, H warga Puding Besar, R warga Sungailiat, H warga Pemali, K warga Belinyu, VF warga Belinyu, S warga Belinyu, ABF warga Belinyu dan DC warga Merawang.

"Jadi total warga Kabupaten Bangka yang positif per hari ini berjumlah 803 orang, sembuh 723 orang dan yang masih isolasi sebanyak 70 orang. Jumlah kontak erat 3049 orang, suspek 867 orang, suspek discarded 789 orang dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium 278 orang," terang Boy Yandra, Jumat (8/1/2021).

Dari jumlah yang positif sebanyak 803 dibagi laki-laki 393 orang dan perempuan 410 orang. Kabupaten Bangka melalui dinas kesehatan telah melakukan rapid test anti body 32.836, rapid test antigen 517 dan swab 4.132.

"Kami bersyukur dinas terkait telah melakukan pemeriksaan rapid test anti body dan rapid antigen secara masif. Hal ini dilakukan demi memutuskan mata rantai penyebaran penularan wabah virus corona. Dan saat ini kita masih menunggu operasional dari PCR, mudah mudahan alat ini dapat digunakan secepatnya," pungkasnya. (BBR)

Laporan: Ibnu

Editor: Irwan