Vaksin Terbatas, Warga Bertanya Apakah Dapat Vaksin? Rio: Disini Pentingnya Sosialisasi!

Ahada
Vaksin Terbatas, Warga Bertanya Apakah Dapat Vaksin? Rio: Disini Pentingnya Sosialisasi!
Anggota DPRD Kota Pangkalpinang Rio Setiady

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Anggota DPRD Kota Pangkalpinang Rio Setiady mengharapkan masuknya 4.566 dosis vaksin Covid-19 ke Kota Pangkalpinang, akan mampu menekan penyebaran angka penderita Covid-19, yang saat ini kian meningkat.

Rio menuturkan, pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah saat ini sedang gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat merasa aman saat menerima vaksin.

" Sekarang saya kira sosialisasi tersebut jangan berhenti, hingga masyarakat luas dapat menerima vaksin sebagaimana yang dijanjikan oleh pemerintah pusat dan daerah, "ujarnya.

Yang menjadi permasalahan kata Rio, vaksin yang diberikan ke daerah sangat terbatas, untuk penerima di gelombang pertama yaitu kelompok prioritas penerima seperti tenaga kesehatan, aparat penegak hukum, pejabat daerah, pelaku ekonomi utama, sebagaimana yang tercantum dalam Permenkes 84 tahun 2020.

"Hari ini ketika masyarakat bertanya tanya, apakah masyarakat mendapatkan jatah vaksin?. Pemerintah daerah atau tim gugus tugas pun harus menyampaikan kepada publik siapa saja yang menerima vaksin, agar masyarakat tidak bertanya tanya dan tahu kepada siapa vaksin diberikan," ungkap Rio.

Politisi PKS ini juga mempertanyakan, terkait prosedur jika masyarakat ingin mengajukan diri untuk divaksin, apakah memungkinkan atau tidak, atau harus menunggu kuota yang lebih banyak lagi dari pemerintah pusat?.

Kemudian, hal-hal bersifat penting seperti ini sebaiknya mulai disampaikan kepada masyarakat, agar ada transparansi dan keterbukaan informasi terkait dengan kebutuhan masyarakat akan vaksin Covid-19 ini.

Seharusnya, pertanyaan sederhana seperti jumlah vaksin yang tersedia, diberikan kepada siapa, prosedur mengajukan diri bagaimana dan kapan masyarakat bisa menerima vaksin secara gratis dari pemerintah, semestinya masyarakat harus mendapatkan informasi itu.

"Dinkes Kota Pangkalpinang dan Diskominfo sebaiknya proaktif merespon pertanyaan yang beredar di masyarakat ini, justru dengan komunikasi yang tidak utuh, Dapat memancing beredarnya hoaks ataupun informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Rio. (BBR)
Laporan: gusti