VIDEO Pemdes Bukit Layang Berdayakan Ibu Rumah Tangga Produksi Masker Kain

Irwan
VIDEO Pemdes Bukit Layang Berdayakan Ibu Rumah Tangga Produksi Masker Kain
foto dan video :Irwans

BAKAM, BABELREVIEW.CO.ID – Pemdes Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka menganggarkan dana desa untuk memproduksi masker kain yang nantinya akan di bagikan secara gratis untuk masyarakat.

Pemdes juga memberdayakan ibu rumah tangga setempat yang terdampak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) untuk terlibat dalam produksi masker.

Di rumah sederhana milik ketua kelompok menjahit, ibu-ibu memproduksi masker kain. Sebelumnya ibu-ibu sudah mendapat arahan dari Dinas Kesehatan Bangka agar masker kain yang dibuat sesuai standar dan higienis.

Kegiatan itu turut membantu ibu-ibu untuk memperoleh penghasilan guna membantu perekonomian keluarga. Karena saat ini banyak keluarga yang terpuruk secara ekonomi akibat dampak mewabahnya Covid-19.

Kepala Desa Bukit Layang Andry mengatakan, produksi masker kain berawal dari imbauan WHO dan pemerintah agar setiap warga masyarakat menggunakan masker kain saat berada di luar rumah. Hal tersebut untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19 yang telah banyak memakan korban jiwa.

Namun nyatanya masker kain sulit didapatkan, terutama oleh masyarakat desa. Melihat kebutuhan masker kain tersebut, Kades mengadakan musyawarah bersama BPD dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Desa untuk memproduksi masker kain sendiri dengan menggunakan dana desa. Penggunaan dana desa tersebut sudah melalui konsultasi dengan pihak Kejaksaan agar tidak salah dalam penganggaran.

Penduduk Desa Bukit Layang umumnya memiliki mata pencaharian sebagai petani, penambang dan buruh harian lepas. Disaat Covid-19 mewabah sekarang, penghasilan mereka menurun. Program padat karya produksi masker kain menjadi solusi membantu ibu-ibu menambah penghasilan keluarga.

Dalam proses pembuatan masker, ibu-ibu memiliki tugas masing-masing. Ada yang membuat pola, menggunting kain, menyatukan bagian-bagian pola dan menjahit. Masker yang dibuat sesuai dengan standar karena menggunakan tiga lapis kain.

Setelah masker selesai dibuat, proses selanjutnya masker di rebus untuk menjamin masker higienis. Selesai direbus lalu masker dijemur hingga kering, lalu disetrika dan dikemas agar bisa langsung digunakan saat dibagikan.

Di Desa Bukit Layang terdapat lima kelompok penjahit dengan jumlah anggota sebanyak empat hingga delapan orang per kelompoknya. Dari membuat masker tersebut, para ibu rumah tangga mendapat upah Rp 2 ribu per maskernya.

Saat ini dalam sehari setiap orang hanya bisa membuat sepuluh masker karena masih terkendala bahan-bahan yang sulit didapatkan dan prosesnya pun masih menggunakan mesin jahit manual.

Kepala Desa mentargetkan produksi sebanyak 5000 masker. Masker tersebut nantinya akan dibagikan secara gratis kepada setiap warga desa.

Kedepannya Pemdes rencananya akan tetap memproduksi masker untuk dijual melalui BUMDes ke berbagai daerah dan memberdayakan ibu rumah tangga untuk membuat usaha menjahit.

Mereka berharap masker yang dibuatnya dapat berguna bagi masyarakat dan dapat membantu pemerintah dalam menekan penyebaran wabah Covid-19. (BBR)