Waduh, Meski Tak Niat Nonton Balap, Masuk Pasir Padi Harus Bayar 40 Ribu

Diko Subad
Waduh, Meski Tak Niat Nonton Balap, Masuk Pasir Padi Harus Bayar 40 Ribu
Foto: Istimewa

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Penyelenggaraan event Balap motor yang tengah berlangsung di pantai Pasir Padi, Pangkalpinang membuat seluruh masyarakat yang hendak berkunjung pantai pasir padi harus merogoh kocek lebih dari empat puluh ribu per orang.

Adapun rincian biaya empat puluh ribu tersebut yakni tiket menonton balap sebesar 35 ribu rupiah per orang, tiket masuk pantai pasir padi 2 ribu untuk satu sepeda motor serta parkir sepeda motor 10 ribu rupiah.

Biaya lebih dari empat puluh ribu ini tentunya relatif, bagi para pecinta balap motor, mungkin jumlah tersebut tak terlalu besar atau membuat keberatan karena keinginan untuk menyaksikan event itu.

Namun bagaimana dengan pengunjung yang hanya ingin bersantai saja ? hal ini lah yang sangat disayangkan oleh sejumlah pengunjung yang hanya ingin berkunjung ke pantai pasir padi tapi bukan untuk menonton balap.

Salah satunya adalah Rojanah. Warga Parit Lalang Pangkalpinang ini mengaku protes karena diminta membayar tiket menonton balap sebesar 175 ribu rupiah. Padahal dirinya dan keluarga sudah menjelaskan tidak punya rencana untuk menonton balap, karena tidak hobi dan tidak pernah sama sekali.

" Saya bersama suami dan tiga orang anak ingin liburan ke pantai pasir padi, bawa bekal makanan dari rumah dan itu biasa kami lakukan saat akhir pekan. Saya sudah jelaskan kepada orang yang jual tiket itu bahwa kami hanya ingin liburan, bukan menonton balap. Tapi kata penjual tiket itu hari ini sedang ada event balap jadi seluruhnya membeli tiket balap, " katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, karena hal itu, sempat terjadi perdebatan antara dirinya dan penjual tiket tersebut.

 " Sempat ada bahasa dari penjual tiket tersebut tidak boleh masuk pantai pasir padi jika tidak membeli tiket. Saya sempat bilang, bapak silahkan ikuti kami masuk kedalam lihat kami menonton balap atau tidak. Namun penjual tiket tersebut tetap menyuruh membeli tiket, " katanya.

 Akhirnya, dengan terpaksa dirinya membeli tiket tersebut karena tidak mau berdebat terlalu panjang. Meski demikian Ia meminta pihak terkait untuk mengevaluasi kebijakan tersebut.

 " Tolong kepada pihak pengelola pasir padi dan panitia balap untuk dievaluasi kebijakan ini. Pantai ini fasilitas umum siapapun boleh datang jangan diberlakukan sama rata. Tidak semua orang mau nonton balap," katanya, minggu (20/06/2021).

Hingga berita ini diturunkan, Babel Review masih mencoba melakukan konfirmasi dengan panitia event balap motor tersebut. (BBR)

Penulis: Andre

Sumber: Babelreview