Wagub Abdul Fatah Berharap ASTTI Mampu Ciptakan Kualitas Pembangunan Fisik di Babel

kasmirudin
Wagub Abdul Fatah Berharap ASTTI Mampu Ciptakan Kualitas Pembangunan Fisik di Babel
Wagub Babel Abdul Fatah membuka Musda II ASTTI Babel, Sabtu (23/6/2018).(ist)


PANGKALPINANG,BABELREVIEW -- Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah, Sabtu (23/6/2018) pagi membuka Musyawarah Daerah II DPD Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) Babel.

Musda yang berlangsung selama sehari ini, dalam rangka memilih kepengurusan DPD ASTTI BABEL Periode 2018-2023.

Turut hadir dalam Pembukaan Musda DPD ASTTI yang berlangsung di Hotel Cordela Pangkalpinang tersebut, Staf Ahli Walikota Pangkalpinang Bidang Kemasyarakatan, Ketua Umum DPP ASTTI, Dedi Adhyaksa, Ketua ASTTI Babel Agung Setiawan Periode 2013-2018, perwakilan OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, dan peserta Musda ASTTI yang merupakan Pemilik Sertifikat Keahlian dan Sertifikat Keterampilan Tenaga Kerja Konstruksi dari ASTTI.

Ketua DPD ASTTI Babel Agung Setiawan mengatakan, sesuai UU terbaru tentang tenaga kerja konstruksi, kedepan tenaga ahli konstruksi harus bersertifikat.

Dari hal tersebut, menurut Agung, untuk di Babel terdapat sejumlah tantangan, diantaranya Babel belum banyak tenaga ahli yang berdomisili di Babel. Namun masih menyebar di luar Babel.

Selain itu kata Agung, HPS untuk tenaga ahli di Babel masih di bawah standar. Kemudian penyusunan tenaga ahli di Babel terlalu tinggi, dan Perguruan Tinggi di Babel untuk bidang teknik, terutama yang berkaitan dengan konstruksi masih kurang.

"Harapan kami selaku tenaga ahli di Babel bisa bersaing dengan provinsi lain. Berharap kepada pemerintah daerah agar HPS tenaga ahli di Babel ada penyesuaian," ungkap Agung.

Disampaikan Agung, saat ini jumlah tenaga ahli di Babel yang memiliki sertifikat sebanyak 214 terdiri dari muda 119 orang dan madya 95 orang. Sedangkan Tenaga Terampil yang bersertifikat di Babel sebanyak 605 orang yang terdiri dari tingkat I sebanyak 415 dan tingkat II sebanyak 215.

Ketua Umum DPP ASTTI, Dede Adhyaksa dalam kesempatan itu mengatakan, tenaga ahli dan tenaga terampil konstruksi memang harus memiliki sertifikat.

"Ironisnya masih ada pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab dengan mudahnya membuat sertikat tenaga ahli dan tenaga terampil konstruksi. Untuk itu, ASTTI yang bisa mengeluarkan sertifikat yang tenaga ahli dan tenaga terampil itu memang betul- betul ahli dan terampil di jasa konstruksi," ungkapnya.

Untuk pembangunan di Babel katanya, harus dikerjakan oleh tenaga- tenaga ahli dan tenaga terampil bersertifikat.  Ia berharap dukungan dari Pemerintah daerah berkenaan dengan tenaga ahli dan tenaga terampil konstruksi ini.

Sementara itu Wagub Babel Abdul Fatah berpesan, agar UU No. 2 Tahun 2017 yang berkaitan dengan tenaga ahli dan tenaga terampil tersebut harus betul- betul dapat dilaksanakan.

"Sekarang ini adalah era global, maka tenaga ahli dan tenaga terampil di Babel harus mampu bersaing dengan tenaga ahli dan tenaga terampil baik dari dalam negeri maupun luar negeri," kata Wagub.

Sebagai wujud komitmen meningkatkan SDM konstruksi melalui instansi terkait, kata Wagub, Pemprov Babel dengan melibatkan Kabupaten/Kota telah melakukan pelatihan- pelatihan tenaga ahli dan tenaga terampil di bidang konstruksi. Peningkatan kompetensi SDM bidang jasa konstruksi ini akan terus dilakukan bekerja sama dengan instansi atau lembaga terkait lainnya.

Wagub berharap dengan adanya Musda II ASTTI ini, kedepan akan mampu menciptakan kualitas pembangunan fisik di Babel.(BBR)


Penulis : Diko
Editor   :Kasmir
Sumber :Babelreview