Wagub Audiensi dengan Tim Pengkajian Lemhannas RI, Bahas Pasca Tambang

kasmirudin
Wagub Audiensi dengan Tim Pengkajian Lemhannas RI, Bahas Pasca Tambang
Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah bersama dengan Laksma TNI I Gusti Kompiang Aribawa Tenaga Ahli Pengkajian Madiya Bidang Politik Lemhannas RI. (foto:Humas Babel)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Wakil Gubernur  Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah, didampingi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Selasa (19/3) melakukan audiensi dengan Tim Pengkajian Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia di ruang kerja Wakil Gubernur Babel.

Tim Pengkajian Lemhannas yang terdiri dari 10 orang rencananya, akan melakukan diskusi selama dua hari dengan pihak-pihak terkait yaitu dari tanggal 19 hingga 20 Maret 2019, dengan tema “Optimalisasi Pengelolaan Tambang Secara Berkelanjutan Dalam Rangka Ketahanan Nasional”.

Usai melakukan audiensi wagub mengatakan, audiensi yang dilakukan di ruang kerjanya merupakan program Lemhannas dalam upaya melakukan pengkajian terhadap kondisi pasca pertambangan timah yang ada di Provinsi Kepulauan Babel.

“Mereka (Lemhannas) memiliki program untuk melihat bagaimana suatu kondisi wilayah yang ada di Indonesia ini. Fokus mereka pada hari ini masalah tambang lebih sepeisifik lagi masalah pasca tambang,” kata wagub.

Wagub menjelaskan, Tim Pengkajian Lemhannas ingin mengetahui sejahuh mana permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah, terhadap lahan-lahan pasca tambang Timah.

“Mereka ingin tahu permasalahan-permasalahan apa yang dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah daerah, dari lahan-lahan yang ditinggalkan dari penggalian tambang tersebut,” tukasnya.

Setelah melakukan pengkajian, lanjut Wagub, Tim Lemhannas akan melakukan penelaahan dan akan memberikan sulosi terhadap permasalahan pasca tambang timah. Setelah itu akan memberikan masukan-masukan terhadap perbaikan pasca tambang kepada pemerintah daerah.

“Mereka ingin tahu dan mengenali permasalahannya, kemudian setelah itu mereka ketemu dengan permasahan-permasalahan pasca tambang. Baru mereka mencoba menelaah permasalahan-permasalahan yang muncul itu dan jika sudah tahu dicarikan solusi dan memberikan saran-saran perbaikan, yang berkaitan dengan masalah menyingkapi lahan-lahan pasca tambang,” jelasnya.

Sebelumnya Laksma TNI I Gusti Kompiang Aribawa, Tenaga Ahli Pengkajian Madiya Bidang Politik Lemhannas RI menjelaskan, tujuan dari kegaiatan Tim Pengkajian Lemhannas Republik Indonesia ini adalah untuk melaksanakan kajian seputar  pertambangan.

“Untuk melaksanakan suatu pengkajian di bidang perkembangan perekonomian kedepan. Fokusnya pada optimalisasi tambang yang berkelanjutan. Persoalan-persoalan yang ada di lapangan. Kami membuat kajian kemudian memberikan masukan dalam mengambil kebijakan,” katanya.

Rencana kegiatan pengkajian, kata Laksma TNI I Gusti direncanakan akan mengadakan pertemuan dan berdiskusi dengan PT. Timah dan instansi-instansi di lingkungan Pemprov Babel  selama dua hari.

“Teknis pelaksanaannya pada hari Rabu dan Kamis. Pada hari Rabu FGD dengan narasumber yang sudah ditunjuk  dengan Pemprov dan PT. Timah, hari Kamis lanjut ke UBB,” katanya.

Audiensi ditutup dengan melakukan penyerahan pelakat dan Foto bersama. (BBR)


Penulis  : Mislam (CJ)                                                                
Editor    : Kasmir
Sumber  : Humas Pemprov Babel