Wakil Bupati Bangka Dukung Penuh TIM OPAD Tingkatkan Pajak Sektor PBB-P2 Perkebunan Sawit

Admin
Wakil Bupati Bangka Dukung Penuh TIM OPAD Tingkatkan Pajak Sektor PBB-P2 Perkebunan Sawit

BANGKA, BABELREVIEW.CO.ID - Perkebunan kelapa sawit saat ini menjadi salah satu sektor industri dimana pajak memiliki peran didalamnya. Khususnya perkebunan kelapa sawit akhir-akhir ini menjadi cukup perhatian karena tingginya harga minyak kelapa sawit sejak tahun 2018 yang lalu.

Dalam kondisi saat ini yang sedangkan dilanda wabah pandemi covid-19 membuat adanya penurunan atau devisit yang dialami sebagian besar daerah yang ada di Indonesia tak terkecuali di Kabupaten Bangka. Menyikapi hal tersebut, Pemkab Bangka membentuk Tim Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (OPAD) yang bertujuan untuk memaksimalkan pendapat daerah dari sektor pajak diantaranya dari perkebunan kelapa sawit.

Wakil Bupati Bangka, Syahbudin yang juga memiliki perkebunan kelapa sawit mengambil langkah cepat dengan mengundang unsur terkait untuk melakukan pendataan dan pengukuran perkebunan sawit miliknya dalam rangka optimalisasi penerimaan daerah dari sektor PBB-P2 perkebunan sawit.

Ia katakan kegiatan ini dilakukan terkait inovasi dan akselerasi bertujuan untuk mengoptimalisasi penerimaan pendapatan asli daerah khususnya dari pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) sektor perkebunan tahun 2021.

"Saya memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan pihak-pihak terkait dengan dibentuknya tim Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (OPAD) yang merupakan tim gabungan dari beberapa pihak dan bekerjasama dengan Kejari Bangka. Yang mana hingga saat ini walaupun wabah virus corona masih belum berakhir tetapi tidak menyurutkan semangat dalam melaksanakan kegiatan dalam hal percepatan upaya ekstensifikasi maupun intensifikasi dalam peningkatan pencapaian penerimaan pendapatan daerah," ujar Wabup.

Ia menegaskan hingga saat ini pihaknya masih tetap berusaha dan berupaya dalam melakukan banyak hal dalam melaksanakan percepatan kegiatan apa saja yang dapat merangkum potensi-potensi gang masih dapat digali sebagai sumber pendapatan daerah.

"Salah satu kegiatan yang kita laksanakan hari ini adalah dalam rangka upaya memaksimalkan potensi-potensi dari sektor perkebunan masyarakat terkait dengan PBB-P2 dimana masih banyak areal perkebunan yang belum dilakukan pendataan obyek pajaknya. Saya sangat optimis dengan adanya peran serta dan kerjasama antar OPD pengelola pajak stakeholder lainnya pencapaian realisasi penerimaan PBB-P2 sektor perkebunan sawit masyarakat ini dapat dapat terus dilakukan proses pendataan dan pengukuran dari obyek pajak yang melakukan pemuktahiran data dimana adanya penambahan luas tanah dan bangunan yang telah ada," terangnya.

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi saat ini, diharapkan perlu dilakukannya upaya pendataan baru dan pendataan terhadap obyek-obyek pajak khususnya pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan yang telah mengalami perubahan berbagai macam aspek, agar supaya data yang diperoleh dapat dikendalikan dan memperoleh hasil yang maksimal.

Menurutnya dalam pelaksanaan kegiatan pendataan dan pengukuran perkebunan rakyat ini perlu dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan, untuk mencapai realisasi penerimaan pajak khusunya PBB-P2 dari target yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu, inovasi dan akselerasi sangat diharapkan dan terus dapat ditingkatkan dari aparatur pengelola pajak dan petugas pemungutan pajak di lapangan. Yang mana, masih terdapat permasalahan di lapangan terkait dalam pendataan wajib pajak PBB-P2 sehingga wajib pajak enggan melaporkan yang menjadi kewajibannya dalam membayar pajak

Hal ini tentunya, harus segera dilakukan kegiatan pendataan potensi-potensi obyek pajak lainnya. Melalui kegiatan pengukuran dan pendataan perkebunan rakyat ini dapat mendukung pemerintah kabupaten Bangka dalam rangka optimalisasi penerimaan daerah khususnya pajak bumi dan bangunan.

"Marilah kita berupaya dan meningkatkan inovasi dan akselerasi dalam pelaksanaan pendataan pajak di sektor PBB-P2 serta mencari solusi terbaik dalam penyelesaian permasalahannya. Kita harus dapat menjadi contoh dan teladan yang baik dalam upaya optimalisasi pendapatan daerah baik secara ekstensifikasi dan intensifikasi PBB serta sinergitas dan kerjasamanya dapat terus berjalan dan realisasi yang telah diperoleh selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan," pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasi Datum Kejaksaan BangkaBangka, Fengki Indra, Kepala Dinas Kominfotik Bangka, Kepala Tim OPAD Bangka, dan tamu undangan lainnya.