Wali Kota Pangkalpinang Apresiasi Santunan Karang Taruna Temberan yang Konsisten 16 Tahun

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID — Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin, bersama Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin, turut hadir menyaksikan kegiatan pemberian santunan kepada Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Kelurahan Temberan pada Kamis (12/03/26), bertempat di Kantor Kelurahan Temberan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Saparudin mengungkapkan bahwa kegiatan berbagi kepada Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa di Kelurahan Temberan merupakan prakarsa murni dari Karang Taruna setempat.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang memberikan penghargaan yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.

“Ini adalah agenda tahunan yang rutin dilaksanakan oleh Karang Taruna Temberan. Harapan kami, kegiatan ini mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama warga Temberan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof Udin menyatakan bahwa semangat berbagi yang ditunjukkan Karang Taruna Temberan sepatutnya menjadi inspirasi bagi organisasi kepemudaan lainnya untuk lebih berperan aktif dalam kehidupan sosial di lingkungan masing-masing.

“Mudah-mudahan langkah nyata ini bisa menjadi teladan bagi Karang Taruna di tempat lain agar semakin giat berkontribusi di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Di sisi lain, Lurah Temberan, Iswansyah, mengaku bangga dengan konsistensi kegiatan ini yang telah memberikan dampak besar bagi warga Kelurahan Temberan, Kecamatan Air Itam.

“Sepanjang delapan tahun saya memimpin kelurahan ini, kegiatan tersebut tak pernah berhenti, bahkan di masa pandemi Covid pun tetap berjalan. Ini bukti nyata komitmen Karang Taruna Temberan, dan tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan yang ke-16 kalinya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan santunan ini digelar setiap bulan Ramadan dengan menyasar Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa. Tahun ini, total paket yang dibagikan mencapai 380 paket.

“Sebanyak 380 paket telah disiapkan untuk Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa. Adapun para guru ngaji baru mulai masuk dalam program ini sejak dua tahun terakhir,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *