Pengamen di Pangkalpinang banyak tidak mengunakan masker dijalanan

Ahada
Pengamen di Pangkalpinang banyak tidak mengunakan masker dijalanan
Dua pengamen ini sedang beraksi di perempatan trafick light Jalan Jenderal Sudirman Pangkalpinang, Sabtu (18/4/2020). (@hada/babelreview.co.id)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Mungkin karena sudah tidak ada razia lagi dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) belakangan ini, maka satu bulan ini mulai banyak pengamen beraksi   di beberapa trafick light  di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Meski sekarang ini Pemkot Pangkalpinang telah menetapkan kebijakan social distancing, physical distancing maupun #DirumahAja, justru sejumlah pengamen menghiasi perempatan lampu merah, seperti di Simpang BCA, Simpang Semabung dan Simpang 4 Jalan Mentok.

 

Apalagi saat melakukan aksinya, para pengamen ini mendekati para pengendara dalam jarak yang sangat dekat, dan mereka juga tidak melengkapi diri dengan masker.

Alunan lagu yang diiringi dengan alat sekedarnya sembari bertepuk tangan ini, kadang membuat para pengendara terganggu.

Dari pantauan BBR dua hari ini, pengamen di persimpangan tersebut melakukan aktifitas sejak pagi hingga malam. Mereka ngetem disekitar lampu merah.

Para pengamen yang rata-rata masih berusia belasan itu memanfaatkan berhentinya kendaraan saat lampu stopan menyala merah.

Secara berkelompok mereka mendatangi kendaraan yang berhenti di perempatan tersebut.

Keberadaan para pengamen jalanan itu oleh sebagai pengendara dianggap meresahkan karena para pengamen sering memaksa meminta uang. 

"Kalau cendela mobil kita ditutup, mereka kadang mengetuk-ngetuk jendela mobil.  Nadanya memaksa meminta uang,” ujar Sumohadi, warga Selindung yang mengaku setiap hari lewat di Jalan Sudirman Pangkalpinang ini.

Senada dilontarkan Budianto, seorang sopir truk. Menurut Budi, para pengamen itu kadang tidak mau pergi jika belum mendapatkan uang dari para pengendara.

"Meski kita sudah bilang tidak. Mereka tetap saja bernyanyi dengan suara yang kadang tidak jelas kedengarannya,"  timpal Budi.

Baik Budi maupun Sumohadi berharap pihak terkait menertibkan para pengaman di simpat 4 ini.

Pasalnya, selain aksi para pengamen ini dirasakan mengganggu lalu lintas, juga saat ini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk menjaga jarak. 

"Sementara para pengamen ini justru mendekati pengendara, kadang tanpa masker lagi. Wadaw ini bisa berbahaya dan melanggar kebijakan pemerintah," tukas Budianto. (BBR)



Laporan: @hada