Walikota Tak Berdaya, Pangkalpinang Harusnya Jangan Jadi #IndonesiaTerserah

Ferly Aditya
Walikota Tak Berdaya, Pangkalpinang Harusnya Jangan Jadi #IndonesiaTerserah

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Hastag (#) Indonesia terserah (#Indonesiaterserah) mengemuka di media sosial sebagai wujud kekecewan atas kondisi di Indonesia saat ini. 

Ditengah pandemi Covid-19, ditengah perjuangan para medis menangani virus ini, banyak masyarakat Indonesia malah abai.

Hal ini terlihat dari makin maraknya keramaian atau perkumpulan di sejumlah titik khususnya Pasar, Mall dan Cafe.

Apalagi menjelang lebaran seperti saat ini, banyak masyarakat berhamburan keluar untuk mencari kebutuhan lebaran dan mengenyampingkan anjuran-anjuran terkait protokol Covid-19 yang harusnya dipatuhi.

Namun sayangnya, pemerintah mulai dari pusat hingga daerah  tak mampu berbuat banyak, himbauan dianggap sekedar himbauan belaka. Banyak masyarakat malah mengabaikannya.

Pemandangan seperti ini juga nampak di Kota Pangkalpinang, Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sejak beberapa hari belakangan, khususnya menjelang lebaran Idul Fitri, tampak  pasar dan Pusat Perbelanjaan Kota Pangkalpinang mulai ramai dengan pengunjung. 

Mirisnya pembeli dan penjual ini tidak menerapkan jaga jarak sebagaimana imbauan pemerintah, bahkan saking ramainya sentuhan antara tangan dan bahu antar pembeli jadi hal biasa.

Tak hanya itu banyak juga penjual/pembeli yang tak menggunakan masker.

Hal ini berdasarkan pantauan Babelreview.co.id di sejumlah titik di Kota Pangkalpinang, diantaranya Pasar Tradisional, Ramayan, dan Basement.

Sayangnya fenomena ini membuat Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil atau akrab disapa Molen sulit untuk bertindak.

Pasalnya gelombang masyarakat yang cukup besar setiap hari meramaikan lokasi-lokasi pasar, baik tradisional maupun pasar semi modern.

Hampir seluruh pasar, mulai pasar sayur mayur, pasar sembako maupun pasar yang menjual pakaian diserbu warga.

Para pembeli ini tidak saja berasal dari maayarakat Pangkalpinang, melainkan juga dari kabupaten-kabupaten di Pulau Bangka.

Kerumunan yang tercipta tanpa menerapkan protokol Covid-19 seakan terbiarkan begitu saja, karena kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari.

Bahkan berdasarkan pantauan di lapangan tidak ada petugas di titik-titik tersebut untuk mengatur, minimal mengingatkan para penjual atau pembeli agar menerapkan protokol Covid-19.

Kepasrahan, dari Walikota Pangkalpinang nampak dari  yang disampaikannya kepada awak media beberapa waktu lalu terkait fenomena ini. 

Walikota beralasan bahwa Fenomena ini merupakan fenomena biasa yang juga terjadi di banyak daerah di Indonesia.

Ia mencontohkan hal serupa yang terjadi di Bogor. Ia mengungkapkan kondisi pasar di Kota Bogor sama dengan yang terjadi di Kota Pangkalpinang. Ini artinya tipikal masyarakatnya sama.

Kendati demikian Ia menuturkan untuk memutus penyebaran Covid-19, pihaknya telah melakukan rapid test massal dan akan segera melakukan Swab test massal.

"Saya mau ngomong apa, itu menjadi tipikal masyarakat kita. Kami cuma bisa mengimbau, dilain pihak kita menyadari masyarakat ingin merayakan hari kemenangan, dan juga kita selaku pemerintah agar penularan Covid-19 ini tidak berlanjut," ucap Molen, sapaan akrab Walikota Pangkalpinang ini.

Untuk Update Covid-19 di Kota Pangkalpinang, saat ini ada 4 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dan tengah dalam masa perawatan. (BBR)

 


Penulis : Tim BBR

Foto : Fierly Aditya

Editor : @hada