Pesan Idul Fitri Walikota Pangkalpinang, Dengan Barokah Ramadhan Kita Gotong Royong Melawan Corona

Ahada
Pesan Idul Fitri Walikota Pangkalpinang, Dengan Barokah Ramadhan Kita Gotong Royong Melawan Corona
Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil bersama istri, mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin Idul Fitri 1441 H. (Ist)
PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Bagi Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil, adanya pandemi covid-19 yang bersamaan dengan kehadiran bulan suci Ramadhan 1441 H ini, tentulah bukan kebetulan.
Molen, sapaan akrab Walikota Beribu Seyuman ini, yakin ada makna positif yang ingin disampaikan Allah SWT kepada umat manusia.
Ketakutan dan kecemasan atas merebaknya virus corona ini, Allah jawab dengan keberkahan bulan suci Ramadhan.
"Makna puasa kali ini adalah bahwa ini pasti skenario Allah SWT, agar kita lebih meningkatkan keimanan. Untuk saya pribadi, kami lebih dekat dengan keluarga," ujar Molen.
Pesan moral yang kita dapatkan dalam puasa Ramadhan kali ini, kata Molen, adalah membentuk sikap jujur, disiplin, sabar dan ikhlas.
Selain itu, selama satu bulan ini kita dapatkan juga bagaimana merasakan penderitaan orang lain. 
Oleh karena itu Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk banyak berbagi, berinfak dan bersedekah. 
Dalam konteks kehidupan sosial kemasyarakatan, semangat berbagi itu penting.
Apalagi di tengah pandemi ini banyak saudara-saudara kita yang terpuruk secara ekonomi.
Mereka sangat membutuhkan uluran tangan, paling tidak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga mereka.
Menurut Molen, hikmah yang tidak kalah penting dari ibadah puasa Ramadhan satu bulan hingga  Idul Fitri ini, adalah bagaimana tumbuhnya kesadaraan kita akan kembali kepada fitrah manusia. 
Makna fitrah menjadi sangat penting dalam kondisi sekarang ini.
Melalui segala aktivitas dan ujian selama bulan suci Ramadhan, akan menumbuhkan kembali sikap santun, rendah hati, gotong royong, kedisiplinan dan kepatuhan dalam segala tatatan kehidupan.
Kembalinya fitrah ini tentu akan memberikan energi positif bagi kita dalam melawan penyebaran virus covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir.
"Insya Allah dengan Barokah Ramadhan kali ini telah tumbuh masyarakat yang kompeten dan berkarakter berdasar nilai etika moral dan agama. Kita bersama-sama menjaga kedisiplinan, kepatuhan dan keihklasan masing-masing dalam upaya bersama memutuskan rantai virus corona," tutur Molen.
Orang nomor satu di Pangkalpinang ini berharap, pasca Ramadhan, masyarakat Pangkalpinang mau bersama-sama berjuang melawan virus corona sesuai kewenangan dan kemampuan masing-masing. 
Menurut Molen, perjuangan melawan corona ini tidak bisa diserahkan kepada satu komunitas, satu lembaga apalagi satu orang.
Pasalnya jika satu komunitas atau kelompok tidak mematuhi kebijakan atau program yang telah dibuat dalam penanganan virus corona ini, maka akan buyar semua perjuangan yang lain.
"Tanpa kepatuhan, gotong royong dan keikhlasan kita untuk bersabar dalam ketidaknyamanan ini, tentu akan sulit dan menjadi cerita panjang kita melawan virus corona ini. Sebagai Walikota, saya berharap dan senantiasa berdoa, tumbuhnya nilai-nilai fitrah dari ujian di bulan suci sebulan ini, akan mempercepat pulihnya kondisi kita saat ini," ucap Molen.
Menyambut hari baik ini, Molen mengajak seluruh komponen masyarakat Pangkalpinang dan Bangka Belitung secara luas untuk bersama-sama berkomitmen menjalankan semua ketentuan yang sudah dibuat, baik ketentuan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota. 
"Kita selaku pemerintah di daerah tetap akan mengacu kepada kebijakan pemerintah pusat. Contohnya tentang anjuran sholat ied di rumah saja. Namun apabila masyarakat masih ada yang mau sholat di Masjid atau di lapangan harus melapor ke Polsek setempat. Tujuannya agat aparat bisa melakukan  pengawasan dan membantu pengamanan. Selain itu tetap memakai protokoler covid 19," papar Molen.
Dari semua harapan dan doa yang telah dicurahkan selama bulan suci Ramadhan ini, Molen juga mengucapkan selamat bagi warga muslim Kota Pangkalpinang dan Bangka Belitung keseluruhan yang sudah menyelesaikan puasa dengan baik selama satu bulan penuh.
''Semoga semakin bertakwa. Dan semoga, puasa pada bulan Ramadhan kali ini menjadi puasa terbaik untuk kita. Kita dapat memahami dan melaksanakan pesan moral ibadah puasa yang kita lakukan, sehingga kita menjadi hamba Allah yang muttaqin.  Walau tanpa berjabat tangan, kami sekeluarga mohon maaf lahir dan bathin. Semoga kita bisa segera melewati ini semua dan bisa kembali normal seperti dahulu. Aamiin," ucap Molen. (BBR)
Laporan: @hada