Wanda Sona: Berkesenian Adalah Proses

Admin
Wanda Sona: Berkesenian Adalah Proses
Ilustrasi Foto:Dok Wandasona

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID – Alunan musik khas melayu yang didominasi petikan dambus mengiringi gerak komposisi para penari di Gedung Juang Sungailiat.

Darigedung itu proses berkesenian berjalan mengisi ruang dan waktu, mewarnai perkembangan seni tari tradisi di Negeri Serumpun Sebalai. Dibalik petikan dambus, sosok pria berkacamata memimpin jalannya proses berkesenian.


 Foto:Dok Wandasona

Dari kreativitasnya terlahir produk seni pertunjukan yang mengakar pada budaya, tradisi dan kearifan lokal di Bangka Belitung. Dialah Wandasona Alhamd, pendiri sekaligus penata musik Sanggar Lawang Budaya yang berdiri sejak 2011.

Mengenal sosok Wanda, tak lepas dari nama besar sang ayah Baidjuri Tarsa yang dikenal sebagai seniman dan pendiri Sanggar Kite. Terlahir di lingkungan keluarga seniman, Wanda kecil sudah terbiasa dengan kegiatan seni yang akhirnya terjun dan menggali potensi dirinya.

“Awal mulanya olah vokal, ikut lomba lagu daerah, lomba top singer, lalu saat kelas dua SD saya sudah mewakili Kabupaten Bangka di tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Mulai dari situ setiap lomba pasti juara satu terus sampai suara ini berubah (pubertas), Bapak juga bilang saat itu jangan dipaksa,” ujar Wanda.

  • Karena keinginannya yang tinggi dalam olah vokal, saat SMP ia pun sempat bergabung dengan band bernama Ocean. Beberapa penghargan dan juara pun pernah ia raih bersama Ocean dalam festival musik lokal.

Seiringdengan kegiatannya bersama band, ia pun mempelajari instrumen dan aransemen musik tradisi Bangka pada Sanggar Kite yang dipimpin ayahnya. Dari situ ia mulai tertarik berproses dalam setiap kegiatan sanggar.

“Di sanggar ku fokusnya ke musik, tapi kadang-kadang ikut nari juga tapi yang ringanringan. Semakin berproses jadi makin tahu kalau bermusik itu juga harus tahu tariannya. Karena ngeband juga jadi ketika di sanggar juga punya pengetahuan lebih,” katanya.

Beranjak SMA, lika-liku perjalanan hidupnya mulai teruji. Saat ia kelas satu di SMA Setia Budi memiliki keinginan kuat untuk bisa sekolah di Sekolah Menengah Musik (SMM) Jogjakarta, namun kandas begitu saja karena tidak ada respon yang baik dari pihak SMM.


 Foto:Dok Wandasona

19:08:43

Selanjutnya 2


Penulis :Irwan
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview