Warga Nibung Datangi Kantor Desa Protes BLT DD

kasmirudin
Warga Nibung Datangi Kantor Desa Protes BLT DD
Sejumlah warga Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, mendatangi kantor desa setempat untuk memprotes pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang dinilai tidak tepat sasaran, Jumat (29/5/2020). (Foto: Istimewa)

KOBA, BABELREVIEW.CO.ID -- Sejumlah warga Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, mendatangi kantor desa setempat untuk memprotes pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang dinilai tidak tepat sasaran.

Sejumlah warga menilai pembagian BLT DD bagi warga terdampak pandemi Covid-19 di desa tersebut, dinilai tidak tepat sasaran yang dilakukan oleh ketua RT. Karena banyak warga dengan kondisi lebih buruk malah tidak dapat bantuan apapun.

Salah satu warga, Yadi bersama tiga warga Desa Nibung lainnya mempertanyakan persyaratan bagi penerima BLT DD tersebut, karena secara kondisi dirinya merasa pantas menerima bantuan.

"Kami mempertanyakan ke kades langsung, apa saja syarat penerima BLT DD. Karena saya sendiri yang tinggal di rumah kayu dan pekerjaan tidak ada, justru tidak mendapatkan bantuan apapun," ujarnya, Jumat (29/5/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Nibung, Roni menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah menyampaikan protesnya dengan cara yang baik-baik

"Sesuai dengan ketentuan, kami dituntut untuk memenuhi 9 kriteria yang sudah ditetapkan oleh kementerian. Sehingga kami saring siapa saja warga yang benar-benar terdampak atas pandemi covid 19 ini," jelasnya.

Disampaikannya, Desa Nibung sudah menyiapkan pergeseran anggaran sebesar Rp 527.400.000 untuk BLT yang disalurkan kepada 293 warga yang berhak selama 3 bulan.

"Dalam memastikan data penerima, kami sebelumnya terlebih dahulu melakukan musyawarah kepada seluruh elemen perangkat desa dan oraganisasi-organisasi desa termasuk RT. Sehingga mereka paham warga mana yang benar-benar berhak menerima BLT DD," ucapnya.

Ia menjelaskan, kalau Desa Nibung dihuni sebanyak 5.927 penduduk dengan 3000 kartu keluarga. Oleh sebab itu, pihaknya butuh melibatkan RT dalam mencari dan menentukan warga mana saja yang berhak menerima.

"BLT DD ini khusus untuk orang yang belum sama sekali mendapatkan bantuan. Namun, karena jumlah warga Desa Nibung yang terlalu banyak, sehingga kami ambil solusi mengalokasikan bantuan lain kepada warga yang belum belum mendapatkan jatah bantuan," sebutnya.

Ia menyampaikan, dalam waktu dekat akan ada bantuan dari provinsi untuk 50 KK tiap desa, serta bantuan dari kapolres Bangka Tengah. Sehingga solusinya mungkin bisa dibagikan kepada warga yang merasa berhak namun belum mendapatkan BLT DD maupun PKH

"Bagi warga yang merasa berhak, ajukan langsung ke kantor desa, kali ini saya tidak akan melibatkan RT. Namun tetap akan kami saring terkait kelayakan penerima, agar tidak ada kecemburuan sosial yang terulang di kemudian hari," pungkasnya. (BBR)


Penulis : Faisal

Editor   : Kasmir