Warga Kace Mengeluh, Limbah Tahu Tebarkan Bau Busuk

Ahada
Warga Kace Mengeluh, Limbah Tahu Tebarkan Bau Busuk
Pemdes Desa Kace didampingi Kasi Trantib Kecamatan Mendobarat dan Babinsa Kace melakukan pemeriksaan tempat usaha pembuatan tahu yang limbahnya menebar bau busuk. (Poto:Dok Pemdes Kace)

MENDOBARAT, BABELRIVIEW.CO.ID -- Warga Desa Kace Kecamatan Mendobarat yang berdomisili di Jalan Pesantren Daarul Abror, sejak beberapa bulan terakhir mengeluhkan aroma tak sedap yang diduga bersumber dari limbah pembuatan tahu di wilayah setempat.

Salah seorang warga, Fikar Sumarlin, kepada BBR Kamis (07/05/2020) mengaku sudah tak tahan dengan bau busuk tersebut. 

"Sudah berbulan-bulan kami mencium bau busuk ini. Kita tak bisa berbuat banyak selain mengeluh. Mau pindah, rumah kita memang sudah sejak awal ya sudah di sini," ungkap Fikar.

Fikar menambahkan, limbah dari pembuatan tahu ini sengaja ditampung oleh pemiliknya dalam wadah kolam yang menyerupai sumur.

"Lokasi di sini sebenarnya sangat tidak layak dijadikan tempat pembuatan tahu. Selain dekat dengan rumah warga, juga karena tempat pembuangan limbahnya tidak ada,"  kata Fikar dan menambahkan, ia sudah berdomisili di tempat tersebut jauh sebelum usaha pembuatan tahu itu ada.

Menurut Fikar, tak sekadar bau busuk, warga yang berdomisili di sekitar tempat pembuatan tahu tersebut juga merasa terganggu oleh suara bising mesin saat pabrik tahu itu sedang beroperasi.

"Mereka kerjanya start jam 22.00 WIB dan berhenti jelang subuh. Jadi istirahat malam kita juga sangat terganggu karena suara bising mesinnya," keluh Fikar.

Masih menurut Fikar, keluhan warga sudah berkali-kali disampaikan ke pihak desa.

Namun belum ada solusi, dan bau busuk semakin menjadi.

"Pihak desa sudah turun ke lokasi. Tapi belum ditanggapi oleh pemilik usaha pembuatan tahu. Oleh sebab itu kami minta kepedulian dari Pak Camat Mendobarat dan Pak Kapolsek agar mau mendengar aspirasi kami. Kami benar-benar sudah tak tahan dengan keadaan begini," tandas Fikar.

Sementara itu, Plt Kades Kace Jalal membenarkan ada keluhan warga terkait bau busuk dari limbah pembuatan tahu di Desa Kace.

"Kami sudah mendatangi lokasi sebanyak empat kali. Terakhir kita datang bersama Kasi Trantib Kecamatan dan Babinsa Kace. Kita juga sudah sampaikan ke pemilik usaha kalau mau beroperasi tolong jaga limbah dan bunyi mesin jangan sampai menggangu ketentraman masyarakat," ujar Jalal, seraya menambahkan, usaha pembuatan tahu tersebut tidak mengantongi izin.

"Kita tanya tentang perizinan, pemiliknya mengaku tidak punya. Maka kita tegaskan, sebelum izin keluar tolong jangan beroperasi dulu," imbuh Jalal.

Terpisah, Kapolsek Mendobarat, AKP Agus Prasatiawan dikonfirmasi BBR, Kamis (07/05/2020) mengatakan, yang paling berwenang terkait masalah tersebut adalah  pihak desa.

"Jika perizinan tidak ada, itu sudah bisa dihentikan sementara sampai ijinnya keluar. Kalau tugas kami adalah  apabila ada pengaduan masyarat dan ada tindak pidana yang dilakukan oleh pihak pengusaha tersebut," tandas Agus, seraya menyarankan, untuk persoalan limbah dikoordinasikan dengan pihak BLH Kabupaten Bangka.

Camat Mendobarat Hismunandar, dikonfirmasi BBR tak memberikan keterangan.

Dikonfirmasi BBR, hingga Kamis (07/05/2020) malam melalui pesan WhatsApp, tak menjawab. Pesan  dengan laporan terkirim dan tanda centang dua biru tersebut, hingga berita ini diturunkan belum dijawab oleh Hismunandar. (BBR)

Laporan Ichsan Mokoginta Dasin