Wartawan Senior Bicara Soal Pers Di Babel:  Sesama Pers Jangan Saling Bertikai

Ahada
Wartawan Senior Bicara Soal Pers Di Babel:  Sesama Pers Jangan Saling Bertikai
Zamhari (kiri) dan Irwanto (kanan). (Ist)

 "Tak perlu harus saling serang melalui media atau berbuntut pengaduan ke pihak hukum. Sangat tidak elok dilihat"
Zamhari


"Pers yang profesional itu adalah ketika menjalankan tugas jurnalistiknya selalu berpedoman dengan Undang Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jika..."
Irwanto

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID-- Wartawan senior  Bangka Belitung Zamhari mengaku miris dengan perseteruan  sejumlah oknum wartawan di Bangka Belitung yang terjadi akhir-akhir ini.

Zamhari yang Rabu (01/07/2020) kemarin terpilih sebagai Ketua Jurnalis Babel 99 ini mengatakan, mestinya setiap persoalan baik menyangkut individu maupun  kelembagaan sesama pers haruslah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Tak perlu harus saling serang melalui media atau berbuntut pengaduan ke pihak hukum. Sangat tidak elok dilihat," ujar Zamhari  yang aktif berkiprah di dunia kewartawanan hingga awal tahun 2000 ini.

Dikatakan Zamhari, perseteruan yang terjadi beberapa waktu lalu bisa  menjadi preseden buruk bagi   kehidupan pers di Bangka Belitung.

"Semoga kedepan tidak terjadi lagi. Sebab kalau sesama pers saja sudah saling bertikai, bagaimana fungsi kontrol sosialnya harus jalan dengan baik, dan bagaimana mau jadi contoh buat masyarakat," kata Zamhari.

Sementara wartawan senior Irwanto, menyoroti soal idealisme dan independensi pers yang saat ini sedang mengalami ujian berat.

Menurut mantan pemimpin redaksi sejumlah media yang terbit di Pangkalpinang ini, idealisme dan independensi pers era sekarang banyak mengalami pergeseran jika dibanding dengan kondisi pers pada era 90-an.

"Kita sadar ini terjadi karena kondisi zaman yang sudah beda. Sehingga mau tidak mau turut mempengaruhi idealisme dan independensi pers itu sendiri," kata Irwanto.

Kendati demikian, menurut Irwanto yang saat ini menjadi ASN yang berdinas di Bagian Humas dan Protokoler Pemprov Bangka Belitung, dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, seorang wartawan harus mengacu kepada Undang Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik itu sendiri.

"Pers yang profesional itu adalah ketika menjalankan tugas jurnalistiknya selalu berpedoman dengan Undang Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jika berpegang dengan aturan ini, tidak ada yang namanya penyimpangan," jelas Irwanto. (BBR)
Laporan: Ichsan Mokoginta Dasin
Editor: @hada