Warung Kopi Menjamur di Pangkalpinang, Sudahkah Punya Sertifikat Halal?

Ahada
Warung Kopi Menjamur di Pangkalpinang, Sudahkah Punya Sertifikat Halal?
Foto ilustrasi. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan  Agusfendi mengatakan, fenomena menjamurnya usaha warung kopi di Pangkalpinang, menjadi potensi bagi pelaku usaha yang dapat memberikan penghasilan.

"Warung kopi masuk dalam klasifikasi bagian dari kuliner. Kalau untuk data banyaknya warung kopi kami belum ada saat ini," kata Agusfendi.

Ia mengatakan, secara spesifik hal ini masuk dalam sektor pariwisata, kopi saat ini menjadi salah satu tujuan wisata.

" Kita akan data warung kopi di Pangkalpinang. Kami kira ini hal menarik dan tantangan baru untuk melakukan pembinaan atau pelatihan seperti proses perizinan,  apakah sudah memiliki PIRT atau higenisasi yang dilakukan dinas kesehatan," ujarnya.

Ia menambahkan, apabila usaha ingin maju, kafe termasuk juga warung kopi harus bersertifikat halal. Kalau hanya jualan kopi tidak masalah, tapi ternyata ada menjual mihol, itu yang tidak boleh.

"Perda kita yang lama tidak boleh menjual minuman beralkohol, kami akan melakukan pengawasan mihol di kafe," ujarnya.

Agusfendi juga mengatakan, terkait pola pembinaan, pihaknya akan memfasilitasi para pelaku usaha terkait program pemerintah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia mengatakan, pada Tahun 2020 ini untuk kredit KUR, dapat diberikan pinjaman maksmimal Rp 50 juta dengan bunga 6 persen.

"Banyak Bank penyalur fasilitas KUR, tugas kami memberikan informasi dan sosialisasi kepada pelaku usaha, agar bisa masuk dalam aplikasi SKP," katanya.

Untuk syarat mendapat pinjaman KUR tentunnya memiliki usaha, KTP, NPWP, dan total nilai investasi yang dikeluarkan. (BBR)

Laporan: gusti randa